Goresan Rindu

Goresan Rindu

  • WpView
    Letture 13
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, feb 12, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Semilir angin menerpa dengan lembut dipermukaan kulitku, lembutnya mengingatkanku pada sosok pria yang memberiku secerca harapan tanpa kepastian, kelembutannya membuatku rindu dengan apa yang ada pada dirinya Bahkan anginpun cemburu pada seuntai kata rindu yang aku titipkan untuk disampaikan padanya, hingga suatu saat ia jenuh dan tak lagi berpihak kepadaku. Kemudian hujan datang menawarkan diri untuk menyampaikan berbagai perasaan yang ingin kusampaikan pada sang pemikat hati, tetesan demi tetesan rindu dalam balutan doa yang ku siramkan padanya mengalir, berharap suatu saat dapat dipersatukan dalam lautan temu yang dibalut oleh keberkahan dari sang maha Cinta Seandainya angin terus menyampaikan rinduku padamu, mungkin aku takan tau bagaimana hujan mengubah rindu menjadi untaian doa yang candu Namun, akupun sadar bahwasannya mengharapkan sesuatu yang belum tentu aku miliki itu salah, dan akupun sadar bahwa sang maha pembuat skenario hidup telah menggariskan takdirku yang sudah jelas dan pasti akan membawaku pada titik kebahagiaan yang diridhaiNya Kebahagiaan yang kuharapkan datang dari sang pengabul doa. Maafkan aku tuan, karena telah lancang menyebutkan namamu dalam sepertiga malamku.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • untuk damai
  • 31 Months for You (Revisi)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Mahligai Sunyi
  • Behind the Silence
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • UNREQUITED LOVE

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti