Goresan Rindu

Goresan Rindu

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 12, 2020
Semilir angin menerpa dengan lembut dipermukaan kulitku, lembutnya mengingatkanku pada sosok pria yang memberiku secerca harapan tanpa kepastian, kelembutannya membuatku rindu dengan apa yang ada pada dirinya Bahkan anginpun cemburu pada seuntai kata rindu yang aku titipkan untuk disampaikan padanya, hingga suatu saat ia jenuh dan tak lagi berpihak kepadaku. Kemudian hujan datang menawarkan diri untuk menyampaikan berbagai perasaan yang ingin kusampaikan pada sang pemikat hati, tetesan demi tetesan rindu dalam balutan doa yang ku siramkan padanya mengalir, berharap suatu saat dapat dipersatukan dalam lautan temu yang dibalut oleh keberkahan dari sang maha Cinta Seandainya angin terus menyampaikan rinduku padamu, mungkin aku takan tau bagaimana hujan mengubah rindu menjadi untaian doa yang candu Namun, akupun sadar bahwasannya mengharapkan sesuatu yang belum tentu aku miliki itu salah, dan akupun sadar bahwa sang maha pembuat skenario hidup telah menggariskan takdirku yang sudah jelas dan pasti akan membawaku pada titik kebahagiaan yang diridhaiNya Kebahagiaan yang kuharapkan datang dari sang pengabul doa. Maafkan aku tuan, karena telah lancang menyebutkan namamu dalam sepertiga malamku.
Todos los derechos reservados
#252
religius
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Jodoh Kedua (END)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Full Of Scratches
  • UNREQUITED LOVE
  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Air Mata Cinta
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Sepertiga Malam Tentangnya

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido