Goresan Rindu

Goresan Rindu

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
Semilir angin menerpa dengan lembut dipermukaan kulitku, lembutnya mengingatkanku pada sosok pria yang memberiku secerca harapan tanpa kepastian, kelembutannya membuatku rindu dengan apa yang ada pada dirinya Bahkan anginpun cemburu pada seuntai kata rindu yang aku titipkan untuk disampaikan padanya, hingga suatu saat ia jenuh dan tak lagi berpihak kepadaku. Kemudian hujan datang menawarkan diri untuk menyampaikan berbagai perasaan yang ingin kusampaikan pada sang pemikat hati, tetesan demi tetesan rindu dalam balutan doa yang ku siramkan padanya mengalir, berharap suatu saat dapat dipersatukan dalam lautan temu yang dibalut oleh keberkahan dari sang maha Cinta Seandainya angin terus menyampaikan rinduku padamu, mungkin aku takan tau bagaimana hujan mengubah rindu menjadi untaian doa yang candu Namun, akupun sadar bahwasannya mengharapkan sesuatu yang belum tentu aku miliki itu salah, dan akupun sadar bahwa sang maha pembuat skenario hidup telah menggariskan takdirku yang sudah jelas dan pasti akan membawaku pada titik kebahagiaan yang diridhaiNya Kebahagiaan yang kuharapkan datang dari sang pengabul doa. Maafkan aku tuan, karena telah lancang menyebutkan namamu dalam sepertiga malamku.
All Rights Reserved
#699
smk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Behind the Silence
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • senja di matamu
  • Jodoh Kedua (END)
  • Mahligai Sunyi
  • Takdir (Bukan) Pilihan

FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ "Hujan di Halaman Asrama" Pesantren ini adalah rumah kedua bagi kami-tempat belajar, tempat beribadah, dan tempat menyimpan rahasia yang tak bisa diceritakan. Di balik serambi asrama, ada tawa yang menghangatkan, ada doa yang dipanjatkan, dan ada perasaan yang tumbuh diam-diam. Aku, dia, dan dia. Kami bertiga terikat dalam persahabatan, tetapi juga terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada. Di antara suara hujan yang jatuh di halaman asrama, ada janji yang diucapkan, ada harapan yang diam-diam disisipkan dalam doa, dan ada hati yang perlahan mulai terluka. Cinta di pesantren tidak seperti cinta di luar sana. Ia harus disembunyikan dalam diam, dirapalkan dalam doa, dan sering kali berakhir tanpa kepastian. Hujan di halaman asrama menjadi saksi bisu perjalanan kami-tentang persahabatan, tentang cinta yang tak abadi, dan tentang kenangan yang mungkin hanya akan menjadi bagian dari masa lalu. Start : 21 Maret 2025 Finished : 30 APRIL 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines