We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Hässlich (Ugly)

The Hässlich (Ugly)

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Wajah nya tak secantik namanya.. Selalu di hina bagaimana ia bisa bertahan hidup di kota yang penuh dengan gemerlapnya cahaya indah, dengan derita yang dia alami, sungguh malang. Dunia memang tidak adil, dan itu resikonya, ia harus benar benar berubah!! ____ "keajaiban akan datang! Itu pasti, dan lihat saja nanti" -Arabelle- "Kau bercanda? Dasar jelek" -Erick- "Kau tak perlu takut.. kau masih ada teman untuk berbagi, aku di sini dan kau aman" -Fano- _____ Update setiap : Jumat, Sabtu, Minggu. Happy reading
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Celebrity And Her Perfect Match | MYUNGZY COUPLE
  • The Devil ✔
  • CLBK (Cinta Love Bikin Kesal)  TAMAT
  • Penghujung Rasa [END]
  • Unexpected Cold Heart
  • Friendship
  • LIAR [TAMAT]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • About You
  • EVANDS

DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiksi belaka. Author hanya meminjam nama tokoh, tempat, dan merek untuk kebutuhan cerita. Cerita milik author, sedangkan Idol milik orang tua dan agensinya.🧡 Judul sebelumnya: Hello, "Bagaimana kalau kita berkencan?" "Aku tidak bisa berkencan dengan seseorang yang hatinya masih dipenuhi oleh wanita lain." "Aku sedang di jalan untuk melupakannya." "Aku tidak mengerti," ucapku sambil mengerutkan hidung. Ini benar-benar aneh, kami tidak sedekat itu-meskipun aku tahu ada perasaan lain setiap kali kami dekat-tapi disini maksudku adalah dekat secara fisik, bukan dekat seperti seorang teman lama. "Kenapa kau mengajakku berkencan? Kau ingin membuat skandal dengan aktris secantikku? Atau karena kau merasa harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau sebabkan?" "Entahlah..." Myungsoo memandang lurus ke depan, pada mobil-mobil yang berjejer terparkir rapi di basement. "Aku hanya mengambil peruntungan, mungkin saja pertemuan kita lebih dari sekadar kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines