Islam Yes Radikalisme No!

Islam Yes Radikalisme No!

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 29, 2020
Di mana Islam itu ada, maka pembicaraannya juga tak jauh dari ketakutan terhadap Islam. Ketakutan itu muncul karena citra Islam, seringkali dikaitkan dengan kekerasan dan terorisme. Buku ini berisi esai-esai agama Islam masa kini yang mulai dibalut dengan fundamentalisme dan radikalisme.
All Rights Reserved
#121
muhammad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teologi Dialektika
  • [SUDAH TERBIT] SELAKSA MAKNA CINTA - "Hadiah Ikhlas terindah"
  • Kitab Ta'lim Muta'alim (Lengkap)
  • Cinta Beda Agama
  • Behind The Book
  • Mutasir Kritis (PROSES)
  • BERAGAMA SEPERTI POLITISI
  • Fiqih Islam I
  • The Problem Love
  • CINTA PERTAMA DI SMA

Berpikir kritis adalah sebuah kemampuan yang dibutuhkan oleh manusia agar dapat mengembangkan dirinya. Namun Bagaimana bila seseorang berpikir kritis mengenai agama dan eksistensi Tuhan? Apakah pemikiran kritisnya akan membuat iman manusia itu makin kuat mengenai keberadaan Tuhan, atau justru membuat manusia itu tidak mempercayai keberadaan Tuhan? Muhammad Fajar Malik, seorang remaja yang memilih untuk menjadi seorang nihilis dan skeptis terhadap berbagai hal, termasuk agama dan eksistensi Tuhan, menjalani hidupnya di negara Indonesia, negara yang mayoritas masyarakatnya terikat erat dengan agama dan kepercayaan pada Tuhan. Kisah masa lalu kelamnya, pembullyan yang ia alami, pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, membuat dia mempertanyakan mengenai keberadaan Tuhan. Hingga pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang siswa pindahan di kelasnya yang bernama Ahmad. Pertemuannya dengan Ahmad inilah yang merubah takdir hidupnya. Melalui Ahmad, dia bisa mengenal dan memahami mengenai sang pencipta alam semesta. Seperti Apakah perjalanan spiritual Fajar dalam mengenal Tuhan? Temukan dalam cerita Teologi Dialektika. "Tuhan itu sama kayak hantu, sama-sama nggak ada." Muhammad Fajar Malik. "jangan terlalu materialis dalam memandang dunia, coba lihat dari sudut pandang yang berbeda." Ahmad Fauzi Rabbani. Peristiwa, nama, tempat, semuanya murni karangan author. Jika terdapat kesamaan di real live, Itu adalah sebuah kebetulan dan bukan kesengajaan. Mohon untuk tidak mempelagiat cerita ini, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk berimajinasi dan membuat ceritanya sendiri. Hargai kerja keras author yang sudah membuat cerita ini dan hargailah kemampuan diri sendiri dalam mengarang cerita. Percaya diri lah dengan kemampuanmu, karena kemampuanmu dapat menciptakan karya yang berharga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines