Manusia dan Egoisme

Manusia dan Egoisme

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 22, 2020
Menceritakan tentang manusia yang dilahirkan dengan rasa egois. Selain itu, manusia juga memiliki akal pikiran dan hati nurani yang mesti digunakan agar rasa egois itu dapat menjadi satu kebenaran. Saat akal pikiran tidak digunakan atau hati nurani tidak digunakan atau bahkan keduanya tidak digunakan, tak akan tercapai satu kebenaran tersebut. Terinspirasi setelah membaca "Cerita dari Digul", suntingan Pramoedya Ananta Toer. Lebih tepatnya setelah membaca "Darah dan Air-Mata di Boven Digul", karya Oen Bo Tik. Sebuah karya pendek yang timbul dari keresahan. Silakan dibaca dan mohon kritik juga sarannya. Terimakasih
All Rights Reserved
#14
mercusuar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU DIGULIS DAN DOKTER URSULA
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Melihat Ke Arah Yang Lain
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Protection
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • A Moment of Time
  • Syal Merah

AKU, DIGULIS, DAN DOKTER URSULA adalah cerita perjalanan "Aku" seorang karyawan swasta yang karena suatu masalah dengan pimpinannya ia dipindahkan ke Merauke. Di ruang tunggu keberangakatan, aku bertemu dengan seoarang gadis yang sangat manis. Gadis yang mulanya tidak ia pedulikan tetapi begitu melihat rautnya yang "sempurna", akupun tertambat hatinya. Sayangnya bidadari manis itu tak acuh terhadap aku, sehingga aku hanya bias mengagumi dan berimajinasi tentang bidadari manis itu. Mutasi kerjanya ke merauke, oleh aku dibandingkan dengan nasib para tokoh pergerakan yang dibuang ke Boven Digul, sebuah imajinasi liar aku setelah ia membaca sejarah tentang tokoh pergerakan nasional dalam "Cerita Dari Digoel" suntingan Pramoedya Ananta Toer. Culture shock di alamai oleh aku, ketika sampai di daerah paling timur dari negeri ini. Ia sempat ketakutan karena mendapati siang pertamanya di Merauke semua took dan rumah tutup. Ia mengira akan terjadi huru - hara, ternyata sebagian besar penduduk kota tidur disiang hari. Sampai di Distrik Kurik tempat "pembuangannya", aku secara kebetulan bertemu dengan bidadari manis yang satu pesawat dalam perjalanan Jakarta - Merauke. Bidadari manis itu ternyata dokter yang bertugas di Puskesmas Distrik Kurik. Ingin tahu cerita selanjutnya? silakan baca....

More details
WpActionLinkContent Guidelines