We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bumi & Bulan

Bumi & Bulan

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis bernama Bulan itu selalu menderita di setiap malam. Semua orang terkasihnya telah meninggalkannya sendirian. Beruntung masih ada Lintang, sang malaikat kecil yang mendorong Bulan untuk tetap kuat. Hadirnya Pelangi dan Bumi membuat hidup Bulan lebih berwarna dan hanya merekalah yang mampu mengisi kekosongan hati Bulan. Apakah kebahagiaan yang Bulan rasakan ini akan menghilang dengan kembalinya ingatan masa lalunya?
All Rights Reserved
#64
lintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • BULAN [Selesai]
  • My Beloved Enemy
  • (Antara) Bintang Bulan - [ABS 1]
  • SKALETTA [END]
  • WUNDE ( Selesai )
  • Antara Bulan dan Bintang

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines