Story cover for Stuck In Waketos by najmiagataa
Stuck In Waketos
  • WpView
    LECTURAS 614
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 614
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado feb 11, 2020
Agata. Gadis itu kini terlihat tengah melompat -lompat di dapur. Menuangkan segala bahagianya karena telah berhasil membuat satu buah kue red velvet utk sang pacar.

" Ekhem! Jangan lompat2 gtu dong yang. Ak gemes ni ngeliatnya " 

" Gilang? " 

Tersenyum. Orang yang barusan disebut namanya itu perlahan mendekat. Mempertipis jarak antara dirinya dengan sang kekasih. Membuat gadis didepannya tersenyum malu - malu. 

" Kamu apaansi lang. Liat tuh ruang keluarga ancur gara - gara kamu " Ujarnya seraya menunjuk ke arah ruang tengah. Tempat dimana Gilang tadinya bermain PlayStation juga VR bersama kedua ponakannya. Ken dan Keila.

Namun bukannya merasa tersinggung, Gilang malah menyenderkan kepalanya di bahu Agata. Menyembunyikan wajahnya tepat di ceruk leher kekasihnya yang putih mulus itu. Menghirup sebanyak-banyaknya aroma lavender dari tubuh Agata.

" Kamu.. Kenapa lang? " Tanya Agata ragu. Sebelah tangannya kemudian bergerak mengelus pelan punggung Gilang. 

" Jangan buat kue lagi. Ini yang terkahir ok? " 

Deg! Duar! Gelentum! 

" Tuh kan kamu mulai lagi " Perlahan namun pasti, Agata menjauhkan tubuh Gilang darinya. Berjalan menuju oven dan mengambil beberapa buah pancake mini buatannya.

" Yang? Kamu marah? Kan aku cuma ngomong doang yang. Kamu gaboleh masak - masakan lagi. Udh berapa kli sih aku bilang " Desis cowo berkulit putih itu tajam. 

" Tapi aku kan- 

" Terserah. Kalo kamu emang pgen masak gapapa. Tapi jangan salahin aku klo card kredit kamu aku sita " Potong Gilang cepat sebelum kekasihnya itu terlihat memelas. Demi apapun dirinya membenci raut wajah itu, karena disanalah titik kelemahan seorang Gilang Aditama berada.

" Pliss jangan card kre-

" Kalo gitu laptop kamu aja yang aku sita. Biar gabisa nonton drakor berhari - hari " Potong gilang lagi seraya menarik pundak Agata yang membelakanginya secara cepat. Membuat gadis berambut panjang itu sedikit tersentak.

" Jangan nunduk. Turutin semua yang aku suruh. Karena itu juga demi kebaikan kamu, ngerti?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Stuck In Waketos a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#79gilang
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Sudut pandang (felisha) de alghisty_
7 partes Continúa
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
Amor Eterno  de Sa_ra_da22_620Nakata
5 partes Concluida
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
GHAVARI  de alghisty_
11 partes Continúa
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] de hysunshinee
45 partes Concluida
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
Arkan&kiara de _dinaseptiani03_
9 partes Concluida Contenido adulto
Menceritakan seorang siswi cantik pembuat onar dan si ketos yang tampan! Kiara mengendap-endap melewati koridor tanpa melihat lagi ke depan karena ia sibuk celingak-celinguk sambil menunduk membuat ia menabrak sesuatu hal hasil ia juga terjatuh. Brukk "Awsh" "Jalan pakai mata"ucap arkan datar "Dihh dimana-mana jalan pakai kaki ya"sewot Kiara yang belum menyadari siapa yang sudah ia tabrak "Terlambat"tanya arkan singkat "Kek kenal gue suara nya"batin Kiara "Bangun" "Nah bener kan gue bilang ngapain sih ketemu orang kek gini ngomong aja kek patung dingin dasar kulkas berjalan "umpat Kiara dalam hati "Bantuin dong"ucap Kiara "Sendiri" "Nyebelin banget sih Lo,kagak ada rasa bersalah apa udah buat gue jatoh lagi"cerocos Kiara sinis Tanpa memperdulikan ucapan Kiara, arkan malah balik tanya "Kenapa Lo telat"tanya arkan Setelah Kiara berdiri "Dihh ngapain Lo tanya-tanya"ucap Kiara sambil berjalan melewati arkan tapi belum sempat menjauh sudah di hadang Arkan. "Ihh apa sih Lo pegang-pegang"sewot Kiara melepas tangannya dari arkan "Ikut gue" "Ogah gue, mau kemana Lo" "BK" "Kagak mau gue,emang situ siapa" "Ketua OSIS" "Ohh ketus OSIS doang"ucap Kiara santai "Hah apa ketua OSIS"lanjut Kiara terkejut Dijawab deheman saja oleh arkan Tapi Kiara masih santai pikirnya masa orang didepannya ini ketua OSIS "Emang bener ya"tanya polos Kiara Membuat arkan jadi gemas sendiri kenapa gadis didepannya ini sangat lucu pikirnya. 'lucu'batin arkan "Iya cepat ikut gue"ajak arkan "Mati gue,kok gue bisa ketemu ketos sih mana nyebelin lagi,hari ini apes banget sih hidup gue" Mau tau keseruannya ayo dibaca jangan lupa vote and comen ya, author sangatt butuhh bangett loh dari kalian semua:) Happy reading🤗😍🤍💙🤍💙 Ig.dinaseptiani03
Aksara Lingga de Larisakuma08
59 partes Concluida
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Sudut pandang (felisha) cover
GILANG [END] cover
Amor Eterno  cover
𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀 cover
GHAVARI  cover
VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ] cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover
Arkan&kiara cover
Aksara Lingga cover
Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia cover

Sudut pandang (felisha)

7 partes Continúa

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih