Rukmini
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 30, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
[Mulai ditulis pada 17 Februari 2020 sampai 5 April 2020] "Apakah pendidikan itu penting?" Rukmini Mayasari, hanyalah seorang mahasiswi yang sedang mengejar gelar magister sastra Indonesia. Di saat perjalanan pulang, ia bersama suaminya-Andra Dhananjaya-tak sengaja melihat anak-anak yang tinggal di bawah jembatan layang, sedang dimarahi oleh seseorang. Melihat dari perlakuan tersebut, ia termotivasi untuk melawan para penjajah-orang yang mempekerjakan anak-anak. Namun lama-kelamaan masyarakat malah menentang kegiatan Rukmini tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi? Selamat datang di dunia Rukmini!
All Rights Reserved
#389
masalah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dharma Sang Widya
  • You And Me [SUDAH TERBIT]
  • CHANGE FUTURE - JENRINA & JAEMINJEONG
  • Berandal school is a good Papa
  • DHEANDHRA [Completed]✔️
  • Pergi Untuk Kembali [Completed] ✔️
  • LIFELINE [End]
  • Belenggu Bayang Niskala

"Saya rasa, tak semua orang harus menguasai semua pelajaran. Tak seharusnya seekor ikan dilatih untuk memanjat pohon, dan berkicau bak seekor burung," ucap seorang siswi di ruang kepala sekolah Widya Dharma, sosok gadis rupawan, nan jenius. Pendiriannya yang selalu teguh, disandingkan dengan tingkat optimisme yang tinggi. Ia yakin, sistem pendidikan di Indonesia sudah seharusnya tak lagi menganut sistem pendidikan pada zaman kolonial, maka sistem ini sudah harus sirna dari tempat ia menuntut ilmu. Widya telah menyusun ribuan siasat bersama teman-temannya, untuk terjun ke dalam jurang perjuangan penuh jerih payah ini. Ia optimis, bahwa ia akan mendapat lampu hijau untuk menciptakan pembaharuan untuk Indonesia, dan melukis sejarah baru. Naas, ledakan angka penyebaran virus COVID-19 mengharuskannya untuk menjadi seorang introvert. Ia sangat menentang hempasan takdir ini. Namun apa daya, daun penopang optimisme Widya mulai mengering, dan hanya tinggal menyambut kedatangan takdir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines