Story cover for Consciousness by IbnuDwiP
Consciousness
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Feb 11, 2020
Mature
Hallo, aku Ibnu. Tentu saja aku author dari buku ini.

Aku disini hanya menulis apa yang ingin kutulis.

Tidak ada karya yang lahir secara instan.
mulailah, jangan berpikir kalau karya kalian akan jelek. Karena sudah pasti jelek. Karya itu berproses.

Biarkan karyamu berkembang sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add Consciousness to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula by Irwansight
51 parts Complete
Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.
Dependency ✓ [Sudah Terbit] by FebbFbrynt
22 parts Complete
17 tahun Leane hidup di ranjang rumah sakit tanpa mengenal dunia luar. Setiap hari, ia hanya tahu rasa sakit karena keadaan tubuhnya yang lemah. Pada akhirnya, ia mati dengan damai tanpa pernah merasakan apa itu kebahagiaan. Bangun di tubuh dan tempat yang asing, Leane menyadari bahwa dirinya masuk ke dunia novel yang pernah di bacanya. Leane bahagia, sangat bahagia, karena keadaan tubuhnya sangat sehat.Tetapi, kebahagiaan itu lenyap saat sadar akan peran tubuh yang di tempatinya. Di benci keluarganya? Di rundung? Menderita? Di jodohkan dengan lelaki yang memiliki penyakit mental? Berakhir tragis? Apakah Leane akan menyerah? Atau apakah Leane akan merubah takdir dan membentuk kebahagiaannya sendiri? ____ "Jangan pergi ...," rengeknya. "Oh, ayolah. Aku hanya akan mengambil air minum untukmu." "Aku ikut." Pria itu dengan manja memeluknya dari belakang. Lalu suaranya yang berbahaya berbisik jelas di telinganya. "Jangan pernah berniat kabur dariku, atau aku akan melumpuhkanmu di tempat tidur." *** - CERITA INI 100% MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!! SAYA TIDAK AKAN SEGAN MELAPORKAN JIKA ADA YANG PLAGIASI!! - Konten dewasa 17+(Kekerasan, dll) - Bahasa baku! ____ Rank: #1 In Husband {12-01-2023} #1 In Transmigrasi {04-10-2022} #1 In Psikologis {09-10-2022} #1 In Childis {04-10-2022} #1 In Rebirt {22-10-2022} #1 In tenfiction {23-11-2022} #1 In Fantasiurban {30-12-2022} #1 In Tsundere {12-01-2023} #1 In Sakit {23-01-2023} #1 In Fiksipenggemar {12-06-2023 #1 In Fantasi {17-06-2023} #1 In Skizo {17-06-2023} #1 In Alterego {18-06-2023} #1 In Wattpadindonesia {26-11-2023} #2 In Secondlife {05-10-2022} #2 In Bucin {04-11-2022} #2 In Fiksiumum {29-05-2023} #2 In Posesif {20-06-2023} #3 In teenfiction {01-12-2022} #4 In Cinta {21-02-2023} ___ Start: 04 Juli 2022. Finish : 08 Desember 2023 __ Copyright © 2022 By Febbfbrynt
You may also like
Slide 1 of 9
Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula cover
Heartbeat cover
Catatan Hafidza [✔️] cover
Nostalgia cover
CONNECTED (COMPLETED) cover
SERIBU CERITA DI PULAU SERIBU SUNGAI cover
Insecurity [ SEGERA TERBIT ]  cover
Dependency ✓ [Sudah Terbit] cover
c.h.a.o.s.m.y.t.h cover

Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula

51 parts Complete

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.