My Sugar Billionaire

My Sugar Billionaire

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 9, 2022
"yak! mana handukmu?" "aku lupa membawanya, kenapa?" "kenapa bisa lupa?!" "mana aku tau" ia melewati lelaki yang baru saja keluar dari kamarnya. Lelaki itu menggeleng kecil ketika melihat bagaimana tubuh mungil itu. Bagaimana bisa ia tidak menyadari betapa gemasnya tubuh mungil itu jika di peluk, dan di gendong. Kay menggeleng kecil dan kembali melangkahkan kakinya ke dapur. Selesai memakai baju, si pemilik tubuh mungil itu keluar dari kamar dengan memakai baju piyama yang kebesaran ditubuhnya. Sangat menggemaskan, pikir si lelaki itu. Ia membawa camilan dan memeluknya ditubuh mungilnya, sudah seperti anak kecil saja. "aku tidur bersamamu malam ini" Tubuh mungil itu mengangguk dengan santai, karena kedua orang tua si lelaki akan ke rumahnya malam ini dan menginap disana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Win You (21+)
  • reza the fak boi
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Dirga & Aletta (21++)
  • That's My Girl
  • Gadis Moonlite Bunny
  • I Love You My Soulmate [COMPLETED]
  • MISS AROGAN
  • My Precious Bastard Boyfriend [End]
  • My Partner In Sex [Re-Upload]

⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru

More details
WpActionLinkContent Guidelines