flower corwn

flower corwn

  • WpView
    Membaca 132
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 13, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
"kamu mau kemana?" tanya ava saat melihat al hendak berdiri "Bentar, kamu tunggu disini" jawabnya mantap, lalu berlari kecil "JANGAN LAMA AKU TAKUT SENDIRI!" teriak ava, namun masih terdengar oleh al kini di tempat lain al sedang memilih bunga yang bagus untuk 'avanya'. senyum merekah tercetak di wajah tampanya saat melihat flower corwn buatanya jadi, Ya al sedang membuat flower corwn untuk 'avanya' "AVAA!" teriak al senang "Udah?" tanya ava saat melihat al kembali. *Mau tau lanjutanya? yauda baca aja dulu:) *Ini cerita pertama jadi maaf kalo jelek, jangan hujat ya:) *Jangan lupa tinggalkan jejak:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#201
kesepian
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Puing luka
  • ALRIN
  • Don't Talk About Money
  • Hidden love At School
  • ALVA ( Aldo & Vava)
  • Selection
  • Converge With You [On Going]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • dimana janji tersebut

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan