Eunoia
  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2023
"iya. Setidaknya itu hal yang bisa aku banggain dari diri aku. Aku juga punya sesuatu yang berharga dan banyak orang yang ngga punya itu." "Apa?" tanya Juan penasaran. "tujuan hidup." "tujuan hidup? Maksudnya?" "iya, tujuan hidup. Kata bunda, kita harus punya tujuan hidup untuk hidup. Karena dengan tujuan hidup kita bakalan punya alasan untuk bertahan di dunia yang berisik ini" Key tersenyum tipis ketika mengingat perkataan ibunya. "emang tujuan hidup kamu apa?" "Aku pengen jadi dokter dan punya rumah sakit sendiri. Rumah sakit yang akan menjadi tempat orang-orang berobat tanpa mikirin biayanya alias gratisss. Jadi mereka cuman harus fokus untuk sembuh dan bahagia kembali" "kalau sebenarnya dia ngga bahagia karena kesembuhannya gimana? "kenapa?" "Karena sebenarnya dia ngga mau sembuh tapi dia mau mati" key mengigit kukunya sambil memajamkan matanya untuk berpikir. "kalau gitu... dia ngga usah ke rumah sakit aku. Karena rumah sakit aku khusus untuk orang-orang yang punya semangat untuk hidup. Lagipula kalau gak mau hidup lagi, ngapain juga mau kerumah sakit" jawab gadis kelas 5 SD tersebut sambil memasang wajah kesal "Kejam banget jawabannya" "ya suka-suka aku lah. udah ah ngga usah bahas rumah sakit." Juan hanya mengangguk kecil. "Kalau kamu tujuan hidup kamu apa?" Tanya Key tiba-tiba.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • Is It Home ?
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Sehari Untuk Selamanya
  • ARAVIER [ON GOING]
  •  HAZELA
  • ASAVELA KIARA

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines