MY SELF
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
Tarisha tidak tahu ia sedang berada dimana , banyak pepohonan disini , dan rumputnya sangat tebal sehingga ia takut salah pijak. "BRUUKKK" "argh" Baru saja berfirasat buruk seketika firasat itu terjadi. Ia jatuh ke dalam lubang yang entah batasnya sampai mana. Sebelum tak sadarkan diri ia melihat seorang laki-laki gagah di belakangnya... setelah kejadian tersebut Tarisha mengalami banyak hal aneh yg menurutnya tidak mungkin terjadi. Ini bukan terjadi padanya , namun pada seorang lelaki yang ia temui , dan seketika hidupnya bisa dibilang fantasi menurut orang yang tidak suka fiksi dan dari sinilah petualangan nya dimulai...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terikat Dengan Ketua Mafia🔞✅
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Horibble Woman (END)
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Destined for me 2
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World
  • Kenapa?...||Transmigrasi Chelsea (End)
  • Me Or Your Religion

Bugh!! Bugh!! Kreakkk!!! "Akhhh sialan lo!! Berani nya kroyokan!! Jerit nya murka ketika diri nya di kroyokan tiba-tiba. Bugh!!! Pukulan telak mengenai rahang pria itu, hingga membuat sudut bibir nya sobek " siapa lo?! "Murka nya ketika seorang pria asing tiba-tiba men jotos rahang nya. " pergi atau gua mutilasi di sini!! "Ancam nya dengan nada rendah penuh peringatan. 1 2 3 Hitungan ketiga pria itu tak bergerak sama sekali, hingga tiba-tiba Sreeettt!!! Akhhhh Sebuah pisau lipat, menggores di lengan pria itu. " hahaha... Gua kan udah bilang, pergi ya pergi!! Teriak nya dengan di selingi ketawa yang sangat menyeramkan. Hingga akhirnya pria itu pergi meninggalkan kedua pria itu di sana. "Lo gapapa? " tanya pria misterius itu. "Its oke" ucap nya sambil memegang rahang nya yang terasa kebas. "Gua duluan... Hati-hati " pamit nya sambil berjalan tertatih-tatih menuju motor sport hitam yang tergeletak di sana. Brumm... Brumm.. Sepeninggal nya pria itu, diri nya masih saja menatap tubuh pria itu yang semakin mengecil. "He's is mine" gumam nya dengan senyum yang tipis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines