MY SELF
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tarisha tidak tahu ia sedang berada dimana , banyak pepohonan disini , dan rumputnya sangat tebal sehingga ia takut salah pijak. "BRUUKKK" "argh" Baru saja berfirasat buruk seketika firasat itu terjadi. Ia jatuh ke dalam lubang yang entah batasnya sampai mana. Sebelum tak sadarkan diri ia melihat seorang laki-laki gagah di belakangnya... setelah kejadian tersebut Tarisha mengalami banyak hal aneh yg menurutnya tidak mungkin terjadi. Ini bukan terjadi padanya , namun pada seorang lelaki yang ia temui , dan seketika hidupnya bisa dibilang fantasi menurut orang yang tidak suka fiksi dan dari sinilah petualangan nya dimulai...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Destined for me 2
  • TRAP!
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Kenapa?...||Transmigrasi Chelsea (End)
  • semua punya luka
  • Horibble Woman (END)
  • Zeyara: Extraordinary Love In a Novel World

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines