We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Afternoon Sky

Afternoon Sky

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sangat jauh berbeda dengan perempuan kebanyakan yang sibuk akan percintaan. Fara lebih memilih bagaimna cara bahagia dengan caranya sendiri. Cantik, lucu dan selalu membuat orang ketawa itulah dia. Tapi, seketika semua itu berubah sejak salah paham Fara dengan seorang pria..... Kalau penasaran baca aja di partnya yahhhh!!!!!!!! ##### - Senang buka wattpad - Sedih buka wattpad - B aja juga buka wattpad #salam senja
All Rights Reserved
#388
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Saturn's Rings
  • NARAFA
  • || Study For You || End ✔
  • RARA [END]
  • Kaka Kelas Dingin (END)
  • AngSha
  • SeLYna🍂
  • FASE
  • Married With Ketua OSIS [COMPLETED]

(Beberapa Part cerita diprivate, follow untuk membaca selengkapnya) Ini tentang kemampuan untuk menjaga hati. Ini tentang senja yang selalu pergi namun tetap kembali. Ini tentang hadirnya bintang selepas senja menghilang. Ini tentang kenyamananku berada diantara senja dan juga bintang. Jika aku diberi kesempatan untuk memilih, mungkin aku memilih untuk tidak. Karena egoku memaksaku untuk bersama keduanya. "Entah aku harus bahagia atau seperti apa, ketika selalu ada BINTANG selepas SENJA menghilang." ~Afanin Nahda Huwaida Hikam~ "Mengapa harus menyukai senja? Dia hanyalah bayangan cahaya orange yang tersamarkan dan akan menghilang dan tenggelam oleh sinar bintang." ~Mikael Al-Steve~ "Aku tak ingin menjadi senja, aku tak ingin menjadi langit, aku tak ingin menjadi bintang. Aku tak sedang menunggu, aku juga tak pula ditunggu. Aku hanya ingin menjadi AKU, dan aku hanya sedang memantaskan diri, bukan dinanti atau pun menanti." ~Athafaris Adnan Oktarian~

More details
WpActionLinkContent Guidelines