Memuja Rindu Di Balik Sendu

Memuja Rindu Di Balik Sendu

  • WpView
    Reads 705
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2020
Kenapa aku menulis cerita ini? Jawabannya karena ingin saja. Ini fiksi, tapi non fiksi Tidak semuanya fiksi, tapi tidak juga semuanya non fiksi Pokoknya itu deh. Ada tips-tips untuk orang patah hati juga. Semoga aja sebagian perasaan kalian bisa terwakili sama tulisan ini. Aamiin. Baca selengkapnya ya. Happy Reading. #1 in Nonfiksi - 26 Februari 2020 #1 in Romantisme - 25 Februari 2020 #1 in Terluka - 265 Februari 2020 #1 in Senandika - 25 Februari 2020 #1 in Pedih - 26 Februari 2020 #1 in literasiindonesia - 26 Februari 2020 #1 in karyaku - 05 Maret 2020
All Rights Reserved
#394
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • HURT [Sudah Terbit]
  • Aku dan Kenangan
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Cahaya Cintamu ( TAMAT )
  • Gone(✔)🔚
  • Sera's Transmigration: Perfect Mother
  • Dua Puluh Menit [END]
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Gio Or Geo  (Terbit)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines