ALENA
  • WpView
    Reads 3,483
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 16, 2021
Bagaimana rasanya ketika tidak diinginkan oleh orang yang kalian sayang? Pedih bukan? Ya, itulah yang gadis itu rasakan. Terlahir dengan hinaan dan cacian, lalu tumbuh menjadi pribadi yang sangat di luar dugaan. Dirinya bertanya kepada Tuhan, "Apakah aku terlalu hina untuk di sayangi Tuhan?" Dunia nya menggelap Dunia nya sepi Dunia nya sendiri Gadis itu dengan luka luka nya, berharap mendapatkan kebahagiaan yang tulus. Bisakah dirinya mewujudkannya? Apakah ada yang mampu menariknya dalam dunia yang gelap? -------------- Hallo gais! Ini adalah cerita pertamaku, semoga kalian suka ya! Jangan lupa juga untuk vote dan comment. Sebagai bentuk kalian menghargai tulisanku dan mensupportnya. Berikan kritik yang membangun ya ❤ Rank #30 in Pilu //22/2/20 #136 in Kesedihan //22/2/20 #67 in Cool Girl // 25/2/20 #24 in Pilu //26/2/20 #9 in Alena //4/2/20
All Rights Reserved
#658
perjuangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • ANTARA
  • Paradise
  • ALETHA √
  • Valcano
  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]
  • CLOSER
  • TITIK LUKA
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines