Oh My Beby

Oh My Beby

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 1, 2021
"Gue sangat berterima kasih sama lo ya dokter beby karna udah nyelamatin hidup gue, tapi gue gak bisa. Gue udah punya pacar. lo bisa cari cowok selain gue dan yang single tentunya." Ucapan itu terlontar dari cowok tampan yang beby tolong karna kecelakaan di jalan dan membantu merawatnya di rumah sakit tempat ia bekerja. "Pliss, gue mohon sama lo Devan. gue nggak bermaksud pamrih tapi cuma lo yang bisa bantuin gue. gue nggak punya sama sekali kenalan cowok. selama ini hidup gue cuma ada di rumah sakit. Tolong bantu gue, jadi pacar bohongan gue biar gue gak dijodohin sama bokap gue." ucap Beby dengan sangat memohon. Devan menghela nafas kesal karna ia menjadi orang yang tidak tega jika melihat seorang wanita sudah memohon-mohon padanya. "Oke, tapi untuk sementara dan kita hanya pura-pura di depan bokap nyokap lo. Deal?" Beby tersenyum girang. "DEAL!!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Is You (Tamat)
  • Strong Girl Michella (END)
  • Tokoh Utama
  • BAPER [COMPLETED]
  • BarraKilla
  • Davin
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • RadenRatih
  • Bersamamu

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines