Oh My Beby

Oh My Beby

  • WpView
    Leituras 14
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mar 1, 2021
"Gue sangat berterima kasih sama lo ya dokter beby karna udah nyelamatin hidup gue, tapi gue gak bisa. Gue udah punya pacar. lo bisa cari cowok selain gue dan yang single tentunya." Ucapan itu terlontar dari cowok tampan yang beby tolong karna kecelakaan di jalan dan membantu merawatnya di rumah sakit tempat ia bekerja. "Pliss, gue mohon sama lo Devan. gue nggak bermaksud pamrih tapi cuma lo yang bisa bantuin gue. gue nggak punya sama sekali kenalan cowok. selama ini hidup gue cuma ada di rumah sakit. Tolong bantu gue, jadi pacar bohongan gue biar gue gak dijodohin sama bokap gue." ucap Beby dengan sangat memohon. Devan menghela nafas kesal karna ia menjadi orang yang tidak tega jika melihat seorang wanita sudah memohon-mohon padanya. "Oke, tapi untuk sementara dan kita hanya pura-pura di depan bokap nyokap lo. Deal?" Beby tersenyum girang. "DEAL!!!"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Stay (Away)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Persona
  • Tokoh Utama
  • ALSTARAN [END]
  • Bersamamu
  • LOVE, LIFE AND LIES [COMPLETE]
  • Love Is You (Tamat)
  • BAPER [COMPLETED]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo