Fortune Cookies

Fortune Cookies

  • WpView
    Reads 229
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2020
Kue keberuntungan yang didalamnya terdapat secarik kertas berisikan pesan, ramalan, atau kata kata puitis, yang kuenya hampir sama berbentuk seperti love. Percaya tidak percaya orang orang terutama para anak muda ( kaum hawa ) sangat tertarik dengan kue ini. mereka sangat sangat mempercayai secarik kertas didalamnya. Namun lain hal dengan wanita yang satu ini, sama sekali tidak mempercayai secarik kertas itu. Di pikirannya hanya hal konyol tentang surat itu. Dan tanpa diketahui semuanya berasal dari satu Fortune cookies
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in silence
  • Aleralby(completed)✔
  • Abu-abu
  • Adinda
  • Unpredictable Love
  • 𝐍𝐨𝐢𝐫 𝐇𝐢𝐠𝐡 𝐒𝐜𝐡𝐨𝐨𝐥 |TNF
  • BATUR - Sahabat Seperti Jodoh
  • Titipan Surat

Becky adalah mahasiswi bisnis yang pintar, teratur, dan selalu jadi langganan juara kelas. Dunia Becky penuh dengan catatan warna-warni, target akademik, dan rencana hidup yang rapi. Sementara itu, Freen adalah mahasiswi seni yang cuek, cool, populer di kalangan semua jurusan. Jago main basket, anak band, dan ahli bikin lagu-Freen hidup dengan caranya sendiri. Mereka gak sekelas, gak sefakultas, bahkan gak saling kenal. Tapi satu proyek kampus mempertemukan dua dunia yang bertolak belakang ini. Becky yang awalnya cuma kagum diam-diam, mulai terjebak dalam perasaan yang tumbuh makin dalam setiap kali Freen tersenyum. Sementara Freen, yang biasanya tenang dan datar, mulai kehilangan fokus tiap Becky tertawa dengan orang lain. Di antara tugas kampus, lirik lagu, dan suasana yang makin gak bisa ditebak, mereka berdua mulai bertanya-tanya: ini cuma ketertarikan... atau sesuatu yang lebih? Tapi ketika rasa suka datang bareng gengsi dan cemburu, apakah keduanya cukup berani untuk jujur pada perasaan masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines