Karya Rasa (END✓)

Karya Rasa (END✓)

  • WpView
    Membaca 3,609
  • WpVote
    Vote 693
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadLengkap Sab, Sep 12, 2020
Jangan lupa beri vote dan komennya ya kalau kalian suka dengan cerita ini. Haura Khansa adalah seorang gadis berusia 16 tahun yang kebahagiaan seolah pergi begitu saja dari hidupnya. Masalah demi masalah kian menghampirinya. Dimulai dari perpisahan kedua orang tuanya, kemudian disusul dengan perlakuan seorang siswi di sekolah barunya, dan akan ada banyak masalah yang akan datang bertubi-tubi. Apakah Haura akan merasakan kebahagiaan di tengah semua kesedihan itu? Ataukah rasa sedih yang akan menemaninya sepanjang waktu? Akankah Haura bersabar dan kuat dalam menghadapi semua cobaan yang ada? Semua itu akan diungkap dalam karya rasa yang masih dirahasiakan kebenarannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#700
islami
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Trust
  • Amērta.
  • Valcano
  • HE IS MARCH
  • Restu Tuhan
  • ARGAN [END]
  • Troublemaker (Tamat)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Our Times (Completed)
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan