Halo Kak Taruna

Halo Kak Taruna

  • WpView
    LECTURES 455
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., avr. 6, 2021
WpInfo
Histoires vraies
"Saat kau lelah dan ingin menyerah, ingatlah! Ada mimpi yang harus diwujudkan, ada cita-cita yang harus diperjuangkan, dan ada orang tua yang harus dibanggakan." ___________________________ Persaingan mengejar mimpi tidaklah semudah yang ada dalam ekspetasi. Butuh waktu dan proses panjang untuk menggapai mimpi-mimpi yang telah digantung. Sebab itu, berhalusinasi bukanlah sebuah jalan. Seperti mimpi Faisal. Cita-cita masa kecil yang terucap dari bibir polosnya dahulu masih ia perjuangkan hingga kini. Komitmen ia sangat kuat untuk menjadi seorang pengabdi negeri. Faisal memang sangat mencintai mimpinya, tapi bukan berarti ia tidak seperti millenial lainnya--- merasakan asmara sewaktu muda. Hanya saja, Faisal tidak terlalu ambil pusing akan hal itu. Walau begitu, Faisal juga ingin dapat perhatian dari lawan jenis---untuk mendukung mimpinya. Motivasi Faisal ialah, 'Dukung aku, semangati aku. Jika tidak, menyingkirlah dariku'. _______________________________ "Bukan mawar penghias taman, tetapi melati pagar bangsa." Motto dari korps wanita angkatan darat itulah yang selalu membuat Sekar semangat. Mengingatkan dirinya betapa tangguh dan hebat para srikandi ibu pertiwi menjaga NKRI. Ingin rasanya Sekar menjadi bagian dari mereka. Semangat Sekar kian menggebu, kala dirinya bertemu seorang Taruna SMK penerbangan. Sosok berwajah keras dan tubuh tinggi, membuat Sekar selalu mengembangkan senyumnya saat sedang penat. _________ Rasa kagum berpadu dengan satu mimpi yang sama-sama diperjuangkan, untuk mengabdi pada negeri. Asmaraloka dalam mengabdi pada ibu pertiwi. __________ Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan nama, latar, tempat, dan peristiwa.... Dibaca, ya, buat yang pengen tau lebih lanjut tentang Faisal ... makasih :) © Fiction by Manzilah Alfadilah.
Tous Droits Réservés
#50
militer
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Caramu mencintaiku.
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • Lentera Takdir (TERBIT)
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Komandan Penakluk Hati season 2 (TELAH TERBIT)

Copyright © 2013 by luthfia_AF WARNING: CERITA BELUM DIREVISI SAMA SEKALI, KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN INFORMASI YANG TERMUAT DI DALAMNYA DIBIARKAN APA ADANYA. TERIMAKASIH UNTUK PENGERTIANNYA. Alifia dewi shashani. Cewek manis yang ceria dan hiperaktif banget. Punya banyak teman dan selalu bisa membuat orang tersenyum. Walaupun dia lahir di keluarga yang sibuk dengan urusannya masing-masing, dia selalu berusaha ceria dan mencari banyak teman. Lalu hidupnya menjadi terasa sangat berarti ketika dia masuk ke sebuah SMA Favorit di kotanya, SMA Liakan. Bagaskara aditya. Cowok kelas 11 yang ganteng, keren, dan ramah. Punya fans bejibun dan bersahabat dengan cewek paling cantik di sekolah namun tomboy dan banyak tingkah. Dia lahir di keluarga yang berantakan, sebagai anak tunggal yang memiliki orangtua yang nggak rukun. Kemudian dia ditunjuk menjadi panitia MOS untuk anak baru, dan dia melihat cewek manis yang membuatnya selalu penasaran. Semua kebahagiaan mendadak lenyap disaat Al mengetahui tentang penyakitnya. Senyum, tawa, ceria, segalanya hilang. Bagas terus berusaha membuat Al semangat, sampai pada akhirnya Bagas berkata "Aku bakal kasih kebahagiaanku buat kamu, asalkan kamu mau balik jadi Al yang dulu. Aku mohon." "Apa kamu bahagia, Gas? Aku harap iya. Karena setelah mengenalmu, salah satu impian terbesarku adalah bisa membuatmu bahagia. Karna aku." - Alifia dewi shashani. "Kamu merubah hidupku, membuatku merasakan apa itu bahagia Al. Sekarang, bolehkah aku memberikanmu kebahagiaan? Menghapuskan kesedihan dimatamu, memberikanmu kebahagiaanku. Memberikan segalanya yang aku punya." - Bagaskara Aditya

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu