Ma Best Boy

Ma Best Boy

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Azalea Anindita Pratama merasa takdir hidupnya kini tak adil bagi dia, bagaimana tidak? disaat masa remajanya yang harusnya bahagia seperti Abang dan juga teman-temannya kini malah berubah dalam hitungan hari hanya karena sebuah alasan klasik kedua orang tuanya. Kehidupan dan juga masa remajanya yang dulu bebas kini dia pertaruhkan, sekarang hidupnya bahkan jauh dari apa yang dia bayangkan dan dia impikan sebelumnya. Semuanya berbeda, mulai dari teman-temannya, rumahnya, bahkan sampai kedua orang tuanya. Hingga sampai saat ini dia pun masih tak percaya ini terjadinya padanya, tak percaya bahwa takdir ini sudah ditulis tuhan untuk hidupnya. Bagi dia, doa dan harapannya kali ini adalah tuhan mengembalikan kebahagiannya, walaupun dengan orang-orang yang berbeda. Yuk mari baca yukk📖
All Rights Reserved
#922
girlfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • A Feeling
  • VARA [HIATUS]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • AZALEA
  • Engkau
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • ACAK [TAMAT || SEGERA TERBIT]
  • DEAR LOVE
  • [✔] AKSARASSA

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines