Sunset Jingga dikala Itu

Sunset Jingga dikala Itu

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 16, 2024
Pertemuan yang tidak disangka oleh siapapun termasuk gue dan lo. lagu berputar begitu asik dance floor dipenuhi oleh orang-orang dengan berbagai macam tujuan termasuk xaviere dan temennya aurel ruangan itu berbau khas rokok, alkohol, dll Xaviere dan aurel yang sedang menikmati suasana yang begitu asik lalu tiba-tiba seorang pria dengan badan yang tegap dan tinggi datang menghampiri xaviere dan mendekatkan wajahnya ke arah xaviere yang dagdidug seeerrrr "bole kenalan ?" tanya pria tadi "apa ?" kata xaviere pria tadi membesarkan suara nya sambil menyulurkan tangan "bole kenalan ?" xaviere menjawab iya. Lalu kelanjutanyan mereka kenalan dan menikmati lagu di dance floor tersebut.
Todos los derechos reservados
#104
sunset
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Confession (告白 小说) [END]
  • Running Away | Jaewoo
  • sekrup : monstax!au
  • Senior
  • Hujan dalam Pandanganku
  • the other side
  • STEP INTO THE BEAT || JIHOON KYUNGMIN
  • One Week Love 1 (completed)

Waktu kuliah, Zhou Jingze dan Xu Sui bagaikan langit dan bumi, dua orang yang sepertinya nggak akan pernah ada di dunia yang sama. Yang satu cuek, karismatik, dikelilingi banyak orang. Yang satu lagi kalem, penurut, dan sering luput dari perhatian. Saat Xu Sui sedang belajar keras di perpustakaan, dia sering tanpa sengaja melihat Zhou Jingze terlibat dalam hubungan yang nggak jelas dengan cewek-cewek lain. Dia juga tahu betul cowok itu sering gonta-ganti pacar. Suatu malam di sebuah pesta, Xu Sui mabuk, di tengah suasana heboh, akhirnya memberanikan diri buat menyatakan perasaannya. Zhou Jingze sempat bengong sebentar, lalu senyum santai dan bilang, "Maaf ya, kamu terlalu baik." Beberapa tahun kemudian mereka ketemu lagi. Zhou Jingze masih seperti dulu, keren, percaya diri, dan selalu jadi pusat perhatian. Tapi kali ini Xu Sui udah belajar untuk menyembunyikan perasaannya dan jaga jarak. Masalahnya, Zhou Jingze malah makin mendekat, bikin Xu Sui nggak punya tempat buat kabur. Sampai akhirnya dia terpojok dan bertanya lirih, "Kenapa harus aku?" Zhou Jingze mendekat, berbisik di telinganya dengan senyum nakal, "Gak ada alasan khusus. Dulu aku aja yang bodoh." P.S: STORY IS NOT MINE

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido