"Kami memang sudah dibuang, tapi kami tidak akan kehilangan hak untuk merasakan nikmatnya berjuang."
This is our class, tentang sebuah ketidakadilan dan diskriminasi massa yang mengatasnamakan masa depan.
Setiap tahun selalu seperti ini, murid dengan nilai paling rendah di kelas, murid bermasalah, murid miskin yang tidak bisa membayar iuran sekolah, serta murid-murid lain yang tak pernah bisa mendapatkan keadilan di sekolah terkenal ini. Seperti biasa mereka selalu terbuang dalam kelas neraka seperti 3-E ini.
Ini tahun kesembilan, dimana kelas 3-E kembali menjadi sorotan media massa. Ini kesembilan kalinya para murid harus merasakan sakitnya dipermalukan dengan tetesan air mata orang tua mereka, yang sudah mengira kalau masa depan anaknya suram.
Ini sudah tahun kesembilan tapi kenapa belum ada perubahan sama sekali?
Ohiya, dulu ada seorang pemuda yang dengan gigihnya mengatakan dan mengungkapkan kekejaman kepala sekolah ini.
Namun malang nasibnya, dia justru terbunuh entah oleh siapa.
Sialnya, pemuda itu adalah kakakku.
[A cover by : @ichintanptr_]
[Assasination Classroom vers.]
Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster.
Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam.
"Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya.
"Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella."
Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."