ARKLENA

ARKLENA

  • WpView
    Reads 244
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 21, 2022
Klenayya Irefasy Refazza Nama yang indah bukan? Paras yang menawan. Pintar. Terlahir dari keluarga Kaya Raya. Orang tua yang memberikan kasih sayang yang utuh. Abang yang juga sangat mengajanya. Dan juga Sahabat yang selalu ada untuknya. Lalu apalagi yang kurang di hidup Klenayya? Tidak ada yang tahu. atau mungkin. Banyak yang tahu. Apa yang kurang di hidup Nayya. Ini kisahnya. Bertahan hidup dengan cinta yang melebur, atau Mati tertikam ke jurang masa lalu. Dan untuk cintanya. sosok penyelamatnya. Arkaf Zenofa Rens.
All Rights Reserved
#18
moswanted
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • DEAR US (SELESAI)
  • Naura & Lukanya
  • ALISYA &Alvaro
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • RANADA ☑️
  • Rela Atas Kepergian
  • From Friends To Love ✔
  • Antara Nada dan Lensa

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines