Teach Me!

Teach Me!

  • WpView
    Reads 4,638
  • WpVote
    Votes 561
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 4, 2020
Ketika manusia takut untuk mengungkapkan rasa, maka segala sesuatu mendadak rumit... "Terima kasih atas ilmunya, Nona..." Ahn Yujin tersenyum bangga saat menatap sang guru yang sudah beberapa bulan ini membantunya belajar alat musik. "Sekarang giliranmu yang mengajariku sesuatu..." Jo Yuri berujar usai membalas dengan senyum simpul. Dahinya mengerut berseling rasa heran "Apa itu?" "Bagaimana caranya melupakan?" Matanya kini memandang sayu pria jangkung itu. Sepuluh detik hanya berisi keheningan... ###### . . . Semua foto/gambar yang terdapat di dalam story ini bersumber dari: Internet, Instagram, Twitter dan Youtube yang tak bisa saya sebutkan satu-satu.
All Rights Reserved
#16
miyawakisakura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • KOMEDI IZ*ONE (END)
  • The Unseen
  • Scent Like Laven [HyungKi] [ShowKyun]
  • Love Story
  • S  A J A K
  • || Save Me ||
  • My Teacher is My Husband -Kim Seokjin [1]
  • Contract Signature

{END} Honesty is expensive, therefore never underestimate people who tell the truth. So Junghwan, si bungsu dengan senyuman yang seolah melukis kesempurnaan, hidup dalam sunyi yang menggigit. Bukan karena ia tak ingin bersuara, tapi karena dunia memilih untuk tak mendengar. Luka-luka tak kasat mata menggores dalam, sementara rasa sakit di sekujur tubuhnya menjadi pengingat kejam bahwa bahkan bernapas pun bisa terasa seperti hukuman. Namun, di tengah kehampaan itu, ada doa yang terus ia bisikkan kepada langit yang tak pernah menjawab. "If I could live again," pikirnya, sambil menatap bintang-bintang yang terasa begitu jauh, "I'd wish to know how it feels to be loved by all my Hyungs." Harapan itu kecil, rapuh, tapi indah-seperti kelopak bunga yang mekar meski dikelilingi musim dingin. Bahkan di dunia yang dingin, Junghwan percaya, cinta- sekecil apa pun- adalah alasan untuk tetap melangkah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines