THOSE YEARS

THOSE YEARS

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2020
WpInfo
Fanfic
"Isomer adalah senyawa-senyawa berbeda yang mempunyai rumus molekul sama. Keisomeran dapat terjadi karena ...." "IYA TIDAK?" "IYAAAAAA." Jawab semua murid. Guru manis itu terus menjelaskan sampai busa-busa ludahnya berkumpul di kedua ujung mulutnya itu. Mengenai keisomeran yang begitu rumit. Hey, bahkan aku tidak tahu apa yang dia jelaskan. Ayolah, kalian semua tidak usah munafik. Pelajaran Kimia itu memang paling bisa membuat kita mengantuk. Aku duduk dengan Edgar di bangku kedua barisan kedua, di depan ada temanku yang bernama Alfin dan Alfan. "sst..sst Guh." Alfin dan Alfan menunjukan gambar absurd buatan mereka. "Anjing, gambar apaan ini wkwkwk." Aku dan Edgar tertawa. Aku, Edgar, Alfin dan Alfan pun tertawa. Guru manis itu pun menoleh. "HEY, KALIAN KENAPA TERTAWA? ADA YANG LUCU? KALIAN TIDAK MEMPERHATIKAN PELAJARAN SAYA?" Guru manis itu berdiri dari tempat duduknya. Lalu, kami pun saling menyalahkan satu sama lain. "Enggak bu, ini Alfan." Jawab Alfin. "Eh, enggak bu ini Edgar." Jawab Alfan. "Sudah kalian jangan saling menyalahkan!" Jawab Guru manis itu . Lalu, Guru manis itu memberi pertanyaan kepada kami dan kami pun terdiam tidak bisa menjawab. "Nah, makanya jika guru sedang menjelaskan perhatikan!" Guru manis itu kembali duduk. "Iya Bu." Jawab kami. Kami pun mengerling tersenyum nakal. Mampus kena smash. . . . . . Pelajar absurd
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Forever Friends ( End )
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • JASA [TAMAT]
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Become Baby Boy✓
  • With you Forever

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines