Bully
  • WpView
    Reads 26,303
  • WpVote
    Votes 3,100
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dipukul ataupun diludahi Andin masih bisa terima. Akan tetapi pelecehan seperti yang tiga anak itu lakukan padanya membuatnya merasa ada di titik paling rendah dalam hidupnya. Andin menunduk menatapi dua tangannya yang terlihat samar dari mata bergenang air mata. Ia ingat bagaimana tangan itu dicekal supaya anak-anak brengsek itu bisa memegang dadanya dengan leluasa. Memang ia masih perawan untuk sekarang tapi siapa yang tau nanti? Tedi dan teman-temannya bisa saja menginginkan lebih suatu hari.
All Rights Reserved
#110
teenliterature
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • 7 Seconds
  • Certainly (Sequel 'Can I Reach You?')
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • illicit affairs (conversations we had)
  • GENANDRA (END)
  • Cassandra (SUDAH TERBIT)
  • Dandelion [COMPLETED]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines