Story cover for Bully by LinaDianita
Bully
  • WpView
    Membaca 26,247
  • WpVote
    Vote 3,100
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 26,247
  • WpVote
    Vote 3,100
  • WpPart
    Bab 3
Lengkap, Awal publikasi Feb 14, 2020
Dipukul ataupun diludahi Andin masih bisa terima. Akan tetapi pelecehan seperti yang tiga anak itu lakukan padanya membuatnya merasa ada di titik paling rendah dalam hidupnya. 

Andin menunduk menatapi dua tangannya yang terlihat samar dari mata bergenang air mata. Ia ingat bagaimana tangan itu dicekal supaya anak-anak brengsek itu bisa memegang dadanya dengan leluasa. Memang ia masih perawan untuk sekarang tapi siapa yang tau nanti? Tedi dan teman-temannya bisa saja menginginkan lebih suatu hari.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Bully ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#48teenliterature
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
7 Seconds oleh ViyakaSvn
28 bab Lengkap
Tania hanya memiliki satu tujuan di hidupnya: mengukir senyum di wajah orang-orang di dunia. Dengan kehidupan yang tidak mendukungnya untuk tersenyum, Tania malah bercita-cita agar semua orang tahu bahwa tidak ada yang tidak boleh merasa bahagia. Bahwa bagaimanapun, bahagia jauh lebih baik dari terpuruk. Menjadi seorang anak perempuan yang tidak dianggap kedua orang tuanya, menjadi seorang adik yang entah kenapa menjadi sasaran kebencian abangnya; Tania hanya memiliki harapan yang membuatnya bertahan hidup. Setidaknya, sampai dia merasakan apa itu cinta. Merasakan kasih sayang yang tulus dalam pertemanan. Namun, terkadang orang yang telah melalui banyak musibah masih tetap harus berusaha mencari kebahagiaannya. Saat kekasihnya yang benci akan perubahan tiba-tiba berubah total, mata Tania terdorong untuk membuka pintu wawasan kehidupan yang baru. Caleb, dilanda duka, mengidap survivor's guilt. Berharap seandainya dia yang menggantikan posisi adiknya. Di tengah kesehatan mental yang memburuk, naluri Caleb adalah melindungi hatinya; yang berarti mendorong kekasihnya jauh-jauh agar perempuan yang dia cintai tidak dapat melukainya jikalau dia memutuskan untuk meninggalkannya juga. Tapi dengan Tania yang tujuannya adalah membantu kondisi mental seseorang semampunya, bagaimana mungkin dia tidak berusaha untuk berada di masa terkelam Caleb? orang yang paling dia cintai? Meskipun dia harus merasakan sendiri bagaimana hatinya berdarah oleh satu-satunya orang yang dia percayai.
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika oleh AnggitaWindu
10 bab Lengkap
"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 oleh alurrida_
18 bab Bersambung
"Tentang cinta yang datang, pada titik pertemuan yang tak pernah direncanakan." ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ Rama dan Aida, dua orang insan yang tak sengaja bertemu, ketika takdir sedang mempermainkan keduanya dalam tabu. Tabu yang tak pernah mereka sadari. Tentang rumah yang rusak, cinta pertama yang retak, dan dunia yang seolah tak pernah berpihak. Hingga di sebuah titik pertemuan itu, mereka terjerat dalam sebuah perasaan yang tak pernah mereka sadari, tak terlihat, bahkan tak sempat terucap. Perasaan asing yang membingungkan, melelahkan, namun juga ikut menguatkan. Seolah obat, yang mampu mengeringkan luka lama akibat kekecewaan, kerinduan, serta ketidakberdayaan. Ya, sebuah cinta telah hadir disetiap inci hati mereka. Memberikan getar dan degup yang belum pernah dirasa. Namun disaat yang bersamaan, takdir kembali membuka permainannya. Mengusik masa lalu hingga perlahan menorehkan luka baru, dikedua hati yang baru saja merasakan cinta. Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka tetap akan mempertahankan perasaan yang perlahan membesar itu? Atau malah terperangkap dalam permainan takdir yang didasari oleh masa lalu yang kelam? Mari kita lihat bersama! ⋆ ˚。⋆୨୧˚---˚୨୧⋆。˚ ⋆ "Aku, menemukan mata Bunda dikedua matanya. Namun sepertinya, takdir tak mengizinkannku untuk terus menatap netra itu sepanjang nyawa." -Rama Kanziano Azrandra "Dan pada akhirnya, hidup hanya tentang datang dan pergi, mengenal lalu melupakan, serta bahagia kemudian terluka. Bukankah seperti itu cara kerja dunia?" -Andana Raidani Putri Update: Hari tidak tentu tapi 1 minggu update 2 kali
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
illicit affairs (conversations we had) cover
7 Seconds cover
[END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER? cover
Lembar Terakhir Surat Untuk Dika cover
Certainly (Sequel 'Can I Reach You?') cover
ego dan penyesalan cover
𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠 cover
Perihal Waktu  cover
SALAH RASA (TAMAT) cover

illicit affairs (conversations we had)

1 bab Lengkap

"Wil!" Langkah kakinya terhenti karena Kei memanggil namanya. Wil menoleh ke belakang tanpa menyia-nyiakan seperempat detikpun. "Besok ke sini lagi, gak?" Mata Kei menatapnya dengan penuh harap. Wil meneguk ludahnya. Apakah ini tanda bahwa semesta dan keberuntungan benar-benar berpihak padanya? Waktu seakan berhenti sesaat, membiarkan Wil bergulat dengan egonya untuk kesekian kalinya hari ini. Mungkin untuk berteman saja tidak apa-apa, Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Tidak bisa. Tidak boleh. Wajah seseorang muncul dalam benak Wil. "Wil?" "Iya, besok ke sini lagi. Sampai ketemu besok...?" Kedua sudut bibir Kei terangkat ke atas. "Sampai ketemu besok." [ A story of Illicit Affairs ]