When the Sea Meets the Sky

When the Sea Meets the Sky

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 28, 2020
When the sea meets the sky, it is just an imaginary phenomenon. Mereka tak pernah benar-benar bertemu, bukan? Hanya sebuah garis horizon di samudera tak berujung. It is not real. It has never been. Nadine bertemu dengan Ranu ketika ia berada di titik terrapuh. Ia baru saja mengakhiri hubungannya dengan Kevin. Lukanya masih meradang. Ia tak mau membuka hati kepada siapapun, tidak dalam waktu dekat. Namun, perlakuan Ranu kepadanya lama-lama meluluhkan dinding yang ia bangun begitu kokoh untuk menjaga hatinya agar tak jatuh kepada orang yang salah lagi. Nadine berusaha menyangkal rasa yang mulai muncul itu. Semakin ia menyangkal, justru ia semakin terjerumus lebih dalam. Ia tak mau, tapi ia tak mampu mengendalikan hatinya. Hati memang tak pernah selaras dengan logika, bukan?
All Rights Reserved
#323
heart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Losing You
  • Falling To Pieces
  • EPIPHANY
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Antara Dua Dunia
  • (Dia)fragma [FIN]
  • Cerita Tentang Zeeya

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines