"Devan itu kaya pelangi, Indah tapi gabisa digapai apalagi dimiliki" -alika
"Lu tuh kaya Kapur gue papan tulis putihnya, kapur gabakalan bisa nulis di papan tulis putih, sama kayak lu gabakalan bisa ngisi hati gue" -devan
Aku tidak bisa menghindari takdir yang terus berjalan beriringan dengan waktu.Setiap mimpi maupun kenyataan terjadi pada diriku seolah-olah itu hanya fiksi belaka...