Nur Laila Hasanah, gadis cantik yang selalu dipuji nyaris sempurna. Senyumnya menenangkan, tutur katanya lembut, dan banyak hati jatuh padanya. Namun, Laila lebih memilih bertahan untuk keluarganya daripada menerima cinta yang datang silih berganti. Sampai akhirnya, cinta itu benar-benar mengetuk. Ia menikah, membangun rumah tangga, dan melahirkan dua buah hati yang menjadi pelangi di hidupnya. Tapi langit biru tak selalu abadi. Hujan deras datang, meruntuhkan kebahagiaan yang sempat ia genggam. Laila pun harus berdiri sendiri, menjadi satu-satunya payung bagi anak-anaknya. Kini, meski tanpa sayap, Laila tetap mencoba terbang. Dengan cinta yang tersisa, ia merajut harapan demi masa depan buah hatinya. Karena seorang ibu, meski sayapnya patah, akan selalu menemukan cara untuk mengangkat anak-anaknya menuju langit.
Más detalles