White
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Asya Maryvonne Alberia harus menghabiskan hidupnya untuk menjadi pusat perhatian. Menutupi fakta bahwa keluarganya, keluarga Alberia adalah pembunuh berantai yang menjual organ-organ korban mereka. Ia dituntut menjadi sempurna. Paras cantik, otak dilatih keras untuk kapasitas yang memadai, pendidikan tinggi dan tentu saja ahli membunuh. Tiba-tiba tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang melihatnya melakukan aksi kejam tersebut. Satu-satunya cara adalah membunuhnya juga, kan? - • - • - • - • - "Aku suka warna putih. Melambangkan kesempurnaan, seperti aku." "Tapi, warna putih itu mudah kotor." Asya bungkam. Benar katanya. Asya sudah kotor. Tapi, kata-kata itu menusuk bagai jutaan jarum tepat dihatinya. Lebih sakit daripada tertikam pisau pada perutnya seminggu lalu. Warna putih tidak sesempurna yang dia bayangkan pada dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#404
warna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lotus ⚠️ End
  • the devil my husband
  • Hues Of Life
  • A Frozen Flower (TAMAT)
  • Identity
  • [ END ] Broken Shadow
  • [COMPLETED] Curse of the Suicide Game

"Nghhh, t-tuan apa yang anda lakukan" Remasan sensual ia rasakan di bongkahan pantat sexy miliknya. "Rosa, maafkan aku. Sepertinya aku tak bisa lagi menahan keinginan binatangku" Seraknya. Dimas tak mengerti, ia masih sangat yakin betapa dirinya mencintai sang istri. Namun di hadapkan oleh Rosa, perlahan-lahan pikirannya menjadi tidak waras. Satu hal yang ia ketahui, ini semua adalah salah. Namun bagaimanapun ia menyangkal, pada akhirnya Dimas benar-benar tak mampu menahan keinginannya lagi. **** "Benar, seperti inilah yang aku inginkan. Perlahan-lahan aku akan menghancurkan kehidupan kalian semua" lirih Rosa. Bulir-bulir air mata mengalir di mata indah tersebut ketika bayangan masa lalu kembali menghantam pikirannya. Karya original, di larang Plagiat!! Kisah ini hanya fiktif belaka!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines