White
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2020
Asya Maryvonne Alberia harus menghabiskan hidupnya untuk menjadi pusat perhatian. Menutupi fakta bahwa keluarganya, keluarga Alberia adalah pembunuh berantai yang menjual organ-organ korban mereka. Ia dituntut menjadi sempurna. Paras cantik, otak dilatih keras untuk kapasitas yang memadai, pendidikan tinggi dan tentu saja ahli membunuh. Tiba-tiba tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang melihatnya melakukan aksi kejam tersebut. Satu-satunya cara adalah membunuhnya juga, kan? - • - • - • - • - "Aku suka warna putih. Melambangkan kesempurnaan, seperti aku." "Tapi, warna putih itu mudah kotor." Asya bungkam. Benar katanya. Asya sudah kotor. Tapi, kata-kata itu menusuk bagai jutaan jarum tepat dihatinya. Lebih sakit daripada tertikam pisau pada perutnya seminggu lalu. Warna putih tidak sesempurna yang dia bayangkan pada dirinya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] Curse of the Suicide Game
  • Arion (End)
  • A Frozen Flower (TAMAT)
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Reincarnation - Lord is Extremely Hardcore   (END)
  • Hues Of Life
  • [ END ] Broken Shadow
  • Jerat

[WARNING: Mengandung kata-kata umpatan dan adegan kekerasan yang kurang sesuai untuk anak-anak] Sosok psikopat di balik topeng putih yang menjadi momok siswa-siswi masih berkeliaran. Namun, Tim detektif amatir IMS (Infinite Mystery Seeker), yang beranggotakan Alice, Catherine, Bryan, Andrew, Joshua, Samuel, Rosaline, dan Gwen, belum memulai penyelidikan kembali lantaran masih terpukul akan kejadian dua minggu yang lalu. Namun, tiba-tiba, salah satu anggota mereka, Catherine Maxwell, yang dikirim untuk mengikuti karantina lomba eksak nasional di luar kota, diteror dan dicelakai oleh Topeng Putih itu sendiri. Mendengar kabar itu, tentu saja mereka tidak bisa tinggal diam. Berawal dari Catherine, Topeng Putih memulai kembali serangkaian terornya. Bahkan, kali ini, ia menghubungi IMS secara khusus untuk mengadakan permainan gila yang menjadikan nyawa banyak orang, termasuk nyawa mereka sendiri, sebagai taruhan. Di tengah situasi kacau itu, akankah IMS bisa berhasil mengungkap pelaku di balik permaianan berdarah yang sudah dimulai sejak sembilan tahun yang lalu? (Cerita ini adalah seri kedua dari Mystery of the Orphanage : Terror of the White Mask. Bagi yang belum membaca seri pertama, dianjurkan untuk membaca sekarang juga karena seri ini akan mengandung beberapa spoiler dari pelaku seri pertama. Namun, kami menyediakan rekapan ulang seri pertama apabila Anda ingin langsung membaca seri keduanya.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines