Jodoh Pilihan

Jodoh Pilihan

  • WpView
    Reads 3,372
  • WpVote
    Votes 1,116
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2021
Kita tak pernah tahu, nantinya akan seperti apa cerita hidup kita. Tapi percayalah, rencana Allah pastilah yang paling sempurna, cukup ikhtiarkan yang terbaik, do'akan yang terbaik, maka hal-hal baik akan selalu membersamai kita. ________^^________ "Saat aku merasa kecewa oleh harapan yang ku buat sendiri, ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar dari pada kekecewaanku dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik dari impianku." ~Alifa Nur Haibah~
All Rights Reserved
#13
akad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Jodoh Terhalang Restu
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Simfoni Takdir ✔
  • Dear Kekasih Halal
  • Jodoh Terbaik ✅
  • Takdir From Allah (Revisi)

Bagaimana rasanya, saat dijodohkan dengan orang yang selama lima tahun terakhir kita labuhkan dalam doa? Dan bagaimana pula, rasanya mencintai seseorang yang bahkan kita sendiri tak tahu siapa namanya? Allah mentakdirkan mereka untuk bersama. Perjodohan yang awalnya tak diinginkan, menjadi suatu hal yang sangat mereka syukuri. ****** "Abi akan jodohkan kamu, dengan pria pilihan Abi." Satu kata yang membuat Haina terkejut, jodoh. "Nana butuh waktu," kata Haina. "Berapa lama?" tanya pria itu tanpa menatap gadis yang akan di jodohkan dengannya. Haina menunduk. "Aku butuh waktu dua Minggu, untuk menilai sikapmu." ****** "Dan Alhamdulillah, Allah mendengar doaku selama ini. Tak sia-sia aku memperjuangkan mu selama lima tahun dalam doa. Untuk selamanya, aku akan terus berdoa yang terbaik untuk hubungan kita." Azam menangkup pipi Haina yang terhalang cadar, lalu mengecup dahinya cukup lama. "Kakak tau? Aku pun sama. Sejak saat itu, aku mengagumi Kakak. Aku Mulai menyebut Kakak di doaku." tutur Haina. ****** Happy reading all! #Love #September_stars #April_finish

More details
WpActionLinkContent Guidelines