Rasa yang sama dalam cinta berbeda

Rasa yang sama dalam cinta berbeda

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Feb 19, 2020
"Gubrak!!" suara lontaran buku dari tangan seorang gadis kecil yang tersenggol panjngnya siku seorang pria tinggi terdengar dari tangga samping perpustakaan. "ish... bisa liat gak sih?" bentakan keluar dari bibir mungilnya "sorry gak sengaja! gak usah teriak gituh napah? emang ya!! klo orang pendek suaranya nyaring ih" bantah seorang pria tinggi yang tak sengaja menyenggolnya pergi meninggalkan gadis pendek dengan serakan buku di tangga "e'eh... dasar cowok! mentang-mentang tinggi yang pendek di hina, awas ya salut sama yang pendek baru tau rasa. Bertekuk lutut sama yang pendek" celoteh gadis pendek sambil membereskan dan memangku buku-buku yang jatoh. Dengan hati senang di hari cerah dengan senyuman ceria gadis sederhana bertubuh pendek beradaptasi dengan lingkungan baru yang penuh dengan kisah cinta sesuai kemajuan zaman dan tingkatan kedewasaan yang akan melibatkat perasaan di setiap hal yang akan di lalui. dikeheningan waktu istirahat gadis pendek itu membutuhkan asupan untu memanjakan perutnya dengan menuju kantin, matanya hanya fokus ke bawah menatapi langkahnya dengan sepatu hitam polos "wesh..." sepasang tangan menyeret tangan sebelah kanannya "A aaaa" teriak terkejut sambil memukuli tangan yang berani menyentuh tangan kanannya "apaan sih teriak-teriak terus kayak anak kecil aja" sanggah seorang cowok. Dengan wajah yang sama dan tempat yang sama lagi-lagi mengusik waktu lelahnya "Aku emang kecil kan? iyya itukan jawaban yang ingin kau dengar dariku" "apasih gue cuma mau minta maaf! soal tdi pagi" seketika gadis itu terdiam dengan sorakan beberapa gerombolan pria tinggi itu "e'eh... lepas jangan sentuh tanganku! bukan mahram" nada judes,entah karena malu di sorak atau emang anti dengan sentuhan cowok. dengan kilat gadis itu meninggalkan pria itu. bersambung.... pamekasan,Minggu16februari2019 #pinggir_RanjangKayu nantikan kisah berikutnya #@wattpad_Percikantinta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • Upil Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Jari Kelingking
  • ABRAHAM [SELESAI]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Strong Woman (Good Waketos)
  • Stay With Me  [On Going]
  • Si Kembar Latif & Alfa|END| Sudah Terbit & Stok Sudah Tersedia|

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines