Bacaan ini berisi permasalahan yang sering terjadi pada usia remaja. Hal terpenting yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah menjadi Remaja bukanlah hal yang mudah, karena di usia remaja atau masa peralihan ini, biasanya kita akan memiliki pola pikir yang cenderung abstrak, dan juga sangat labil. Tak jarang, terkadang kita memutuskan segala sesuatu dengan sangat tergesa-gesa tanpa memikirkan sebab-akibat dari keputusan yang kita buat, sehingga memberikan dampak yang terkadang tidak di inginkan. "Apakah remaja labil itu wajar?" Wajar kok, kebanyakan remaja memang memiliki sifat labil di karenakan keadaan dan perasaannya yang sering berubah-ubah. Tapi yang jadi masalah adalah kalau kita terlalu labil dalam menghadapi segala sesuatu, tentunya itu bukanlah hal yang baik dan dapat berakibat buruk untuk masa depan kita. Nah, disini kita bakalan belajar sama-sama cara mengenal dan menghadapi permasalahan yang terjadi di kalangan Remaja ya temen-temen. Selain itu, kita juga bakalan di ajak untuk menelusuri bagaimana kehidupan remaja lainnya, yang mungkin nggak terjadi di diri kita sendiri. Supaya kalian engga terus-terusan merasa yang punya masalah cuma kalian doang gitu lho, hehe. Kita bakalan belajar dan kenalan sama permasalahan-permasalahan yang ada, yang macem-macem, dan rumit kayak benang mbulet. Terus, kalo udah selelsai baca ini, aku harap sih temen-temen bisa bantuin temen lain yang lagi ada masalah ya, apalagi kalo masalahnya mirip kayak di bacaan ini, pastinya temen-temen seneng dong bisa bantuin cari solusi buat temen atau sahabatnya, atau mungkin pacarnya, iyakan? Okay, Happy Reading temen-temen :")
Awalnya, aku hanya mengagumimu.
Awalnya, aku tak berpikir ada rasa lebih padamu.
Awalnya, aku mengira ini hanyalah perasaanku yang merasa sangat nyaman akan kehadiranmu di sekitarku.
Tapi ternyata, ada sesuatu dalam diriku yang menginginkanmu lebih dari sebagai penghibur hari-hariku.
Hatiku menginginkanmu untuk menjadi rumahku. Menjadikanmu sebagai tempatku bercerita, untuk menceritakan semua apa yang kurasakan setiap harinya, menceritakan semua mimpi-mimpiku yang ingin menjadikanmu sebagai subjek yang akan menemaniku menjalani hari-hari, yang tentunya akan sangat indah karena aku bersamamu. Dan aku menginginkanmu untuk menjadi subjek yang akan singgah selamanya, bukan untuk sementara.
Tapi aku tersadar, aku tak lebih baik dari orang-orang di sekitarmu yang bisa membuatmu bahagia. Yang bisa membuatmu merasa lebih baik dikala kau sedang terjebak di dasar jurang yang begitu dalam. Dan kau pun belum tentu mau menerimaku yang hanya sebatas angin lalu di hidupmu.
Dan mahkota es yang sampai saat ini kau kenakan itu mampu membuatku tersadar bahwa ada sebuah dinding es besar disana yang belum tentu bisa aku taklukan.
Seseorang yang jatuh cinta dalam diam pada akhirnya menerima. Seseorang yang jatuh cinta dalam diam akan paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan.
Bukannya tidak ingin berjuang, aku hanya takut kalau aku memang bukanlah orang yang kau inginkan.