Mendadak nikah (Slow Update)

Mendadak nikah (Slow Update)

  • WpView
    Reads 3,759
  • WpVote
    Votes 232
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
[follow dong sebelum baca! Baca satu atau tiga part ya baru deh kalian tentuin cerita ini cocok atau nggak masuk ke perpustakaan pribadi kalian] "Ish.. untung Lo sahabat gue yg paling jelek" gerutuan pelan nisa didengar oleh telinga pian yg langsung menarik pergelangan tangan nisa yg hendak berdiri hingga terhempas kembali ke kasur dengan posisi nisa terlentang dan pian berada di atasnya. Sejenak pandangan mata mereka saling terpaku hingga tanpa sadar menghadirkan sebuah rasa tak diinginkan oleh ke-2 nya. Tak lama kemudian kejadian klise terjadi diantara mereka, Rahma- mama Nisa datang membuka pintu kamar dan memergoki mereka dalam posisi yg menyulitkan mereka nantinya. Dan terjadilah kesalahan pahaman. "ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM PUTRI! INDRA! APA YANG KALIAN LAKUKAN??" suara Rahma mengagetkan mereka yg masih terpaku. Dua orang yg masih diatas kasur itu pun langsung tersadar dan langsung bangkit dari kasur dengan tergesa hingga tanpa sadar nisa mendorong tubuh pian terjatuh dan terduduk dilantai. "Ma-mama" "Aduuhh.. encok dah pinggang gue?" "Mama nggak mau tau pokonya KALIAN harus DINIKAHKAN secepatnya!!"ujar Rahma tegas. Bagaimana nasib nisa dan pian akankah mereka yg bersahabat baik tanpa ada perasaan lebih menikah disaat mereka masih sekolah? Bagaimana nasib persahabatan mereka? Akankah akan tetap sama seperti dulu atau berubah? - - Selow update # Saya cuma mau menegaskan bahwa cerita ini hasil pemikiran saya sendiri jadi kalau ada kesamaan dengan cerita lain saya minta maaf. Hobi saya membaca novel jadi mungkin ketika saya menulis cerita ini memori saya terangkat ketika membaca novel. Jadi saya mohon maaf bila ada kesamaan baik dalam adegan, nama, tempat dan alur cerita serta sampul ceritanya.
All Rights Reserved
#17
youngmom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • Be Mine [Terbit]
  • Eliinaa
  • Maaf' (Revisi)
  • Di Masa SMP Ku
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Arsyilazka
  • Best Of Name (END)
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines