Story cover for Innamorarsi by Khaka_Mimi
Innamorarsi
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 16, 2020
"Jadi Nona, apa yang bisa lo bayar untuk penyelamatan ini?" ucap seorang pria seraya bersedekap dan menyandarkan tubuhnya ke dinding. 

"Ok, lo minta dibayar berapa?" tanya seorang gadis yang berdiri berhadapan dengan sang pria. Ekspresinya terlihat sangat meremehkan.

"Gue gak butuh uang lo," jawab pria itu sedikit tak acuh.

"Terus?"

"Gimana kalau kencan satu hari?"

Ekspresi gadis itu berubah. Dengan mata tajam ia menatap pria itu. 

"Jangan berlebihan," ucap si gadis. 

Pria itu hanya mengangkat satu alisnya saat mendengar pernyataan tersebut. Namun, tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di pikirannya. Ia pun tersenyum tipis membayangkan idenya itu.

Pria itu menegakkan badannya. Ia berjalan mendekati si gadis. Pada jarak beberapa langkah ia berhenti. Menatap si gadis lalu berjalan lagi. Namun, berbeda halnya seperti tadi, ia berjalan memutari si gadis. Si gadis yang curiga hanya bisa mengikuti tatapan pria itu. Ia ikut memutar tubuhnya. Setelah 180Β° memutari tubuh si gadis pria itu berhenti.

Pria itu berjalan mendekat. Untuk menghindarinya, si gadis mulai berjalan mundur. Pria itu berhenti, lalu mulai selangkah mendekati si gadis lagi. Seperti magnet, si gadis hanya tertarik pada netra sang pria dan terjebak di dalamnya. Ia seperti terhipnotis dan terus saja mengikuti gerak langkah si pria.

"Berlebihan? Ok gue murahin bayarannya, gimana kalau satu ciuman? Setelahnya utang lo gue anggap lunas," bisik pria itu di samping telinga si gadis. Si gadis yang tersadar dari jebakan mata sang pria lantas menatapnya dengan tajam.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Innamorarsi to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
TOXIC Relationship by Lenterabiru7_
17 parts Ongoing
"Jadi pacar gue Vallen, gue mau balas dia dan bikin dia cemburu" "Lo bakal nyesel" "Gue gak bakal nyesel!!" "Deal" Gadis itu kemudian melangkah menjauh darinya, sebelum menghilang di balik tembok ia berbalik "Lo bakal nyesel, dan setelah lo menyesal dengan keputusan lo, gue mau gak ada lagi yang tersisa dan kita putus semua hubungannya, karena gue selalu ngelakuin sesuatu dengan serius dan sistematis" "Misi selesai, permainan berakhir!" _____________ Matanya menatap tajam laki laki yang kini tengah memeluk seorang gadis didepannya. Dari bibir mungilnya, terbentuk sebuah senyuman miring lantaran laki laki itu kini juga menatapnya dengan sorot mata yang sama tajamnya. "I love you, " ucap sang laki laki seraya mempererat pelukannya, namun seiring dengan kalimat tersebut matanya malah terus menatap gadis yang kini semakin tersenyum miring ke arahnya. "I love you too," jawab gadis di pelukannya dengan nada yang amat sangat bahagia. "This is for you," ucapnya tanpa suara dan juga tanpa melepas tatapannya dari gadis yang kini tengah berdiri menyender pada pintu ruangan itu dengan tangan yang terlipat di depan dada. Cukup lama mereka dalam keadaan seperti itu, hingga tiba-tiba dari samping tempat sang gadis kini berdiri terlihat seseorang juga masuk dan ikut bergabung melihat ke arah tatapan sang gadis. "Lo bener-bener bikin dia jadi monster," ucap orang tersebut seraya menyesap minuman dengan warna merah pekat yang ia pegang. ____________ Pernahkah kalian merasa sangat menyukai seseorang? Bagaimana jika ketika sudah mendapatkannya justru muncul perasaan bosan? 2 pilihan Berpisah Atau bertahan dalam hubungan Toxic ____________ Hallo guys jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca yaπŸ˜‡ NO COPAST!
Summer Triangle  (Revisi) by Eiralune_
48 parts Complete
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "π™·πšžπš‹πšžπš—πšπšŠπš— πš”πš’πšπšŠ πšœπšŽπš™πšŽπš›πšπš’ πšœπšžπš–πš–πšŽπš› πšπš›πš’πšŠπš—πšπš•πšŽ. π™½πšŠπš–πšžπš—, πšœπšŠπš’πšŠπš—πšπš—πš’πšŠ πšŠπš”πšž πšπš’πšπšŠπš” πš’πš—πšπš’πš— πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπš’ π™³πšŽπš—πšŽπš‹, πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŠπšπš’ πš“πšŽπš–πš‹πšŠπšπšŠπš— πšžπš—πšπšžπš” π™°πš•πšπšŠπš’πš› πšπšŠπš— πš…πšŽπšπšŠ." -π‘ͺπ’‰π’‚π’’π’Šπ’“π’‚ π‘Ίπ’‰π’‚π’Šπ’Žπ’‚ π‘³π’π’—π’Šπ’† ✯✯✯ α΄‹α΄€ΚŸα΄€α΄œ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, α΄›Ιͺα΄…α΄€α΄‹ α΄α΄œΙ΄Ι’α΄‹ΙͺΙ΄ α΄˜ΚŸα΄€Ι’Ιͺα΄€α΄›! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
LALA by nurleniwahyu
16 parts Complete
Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)
You may also like
Slide 1 of 10
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
Rumah Tanpa Atap cover
Inside You cover
TOXIC Relationship cover
Summer Triangle  (Revisi) cover
How to Survive cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
Arsyilazka cover
G.H.E.A βœ”[END] cover
LALA cover

[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]

49 parts Complete

"Nah kalo misalnya kita lagi jalan, dan kita ketemu tai, lo mau bagi dua gak sama gue?" tanya Geri "Pertanyaan bodoh macam apa itu Ger?" "Udah jawab aja. Gue serius, layak atau nggaknya lo sebagai manusia ditentukan dari gimana cara lo jawab pertanyaan ini" Gea memutar bola matanya malas "Yah nggak lah, buat apa juga nemu tai dibagi dua." "Nah bener kan" Geri meminum minumannya "Lo emang gak bisa berbagi. Sampe masalah tai aja lo serakah Ge?" "Yah buat apa juga tai dibagi dua Ger, kalo lo mau ambil aja udah" Gea membuka kaleng stenlis berisi kerupuk dan memakannya "Nah gitu dong, itu tandanya lo lebih mengutamakan gue. Makasih ya" Geri menepuk kepala Gea pelan Pacaran gak sehat? Begitulah pandangan orang-orang tentang hubungan Geri juga Gea.