We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nano Nano
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Seorang anak yg slalu menganggap dirinya adalah anak yg terlantar, yang ditemukan oleh sebuah keluarga dengan sangat terpaksa harus mengasuh dirinya. Kehidupannya pun tak pernah bahagia. Anak yang slalu melakukan percobaan yang gila. "mama Sama papa baik banget ya, sampe² Allah aja merindukannya. Iya Allah rindu mama papa, Allah sayang mama papa makannya mereka di panggil duluan. Aku bakal berusahan untuk ke mama dan papa"-Rizca Anantaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Rumah Tanpa Pintu [Completed]
  • Arexsa Jackson Devidos
  • MEMELUK LUKA [END]
  • RAPUH!
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Bagian tak berjudul 1
  • Alleen (End)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines