Lara Tepi Senja

Lara Tepi Senja

  • WpView
    LECTURAS 62
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida sáb, feb 29, 2020
Kadang yang datang akan memilih singgah, entah itu selamanya atau sekedar numpang salam lalu pergi. Menemukan sesosok singgahan yang terbaik, belum tentu ia menerima untuk di singgahi. Berharap bisa menempatinya, tapi itu hanyalah harapan semata yang di inginkan Prima Prima akan memilih untuk tetap bersama seseorang yang belum tentu kepastiannya, atau perempuan yang kembali datang dari masa lalunya. Sudah cukup ia merelakan segenap waktunya untuk perempuan yang datang, tapi waktu itu terbuang dengan sia-sia. Kedua sahabatnya Gusti dan Deka selalu mendampinginya, senang ataupun susah selalu membatu Prima dengan segenap hati. "Sempak Lu di jemuran ambil dulu itu udah mau mendung!" Teriak Deka pada Prima yang masih sibuk dengan kasurnya, sambil memainkan ponselnya. "Aduuh, iya lupa gua." Balas Prima dari dalam kamarnya. Begitulah kehidupan sehari-hari mereka, satu kos-an tapi beda kamar. Satu pembicaraan, satu pemikiran, satu perjuangan. Tapi gak satu kamar mandi, hehehe. Baca selengkapnya:)
Todos los derechos reservados
#279
lara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • Rindro (SELESAI)
  • No Longer Mate
  • KEPERGIAN SENJA
  • She Pluviophile
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • 36 days with you {saida} [End]
  • LOVE in SILENCE
  • Not So Cold Mr.Boss (End)
  • ALVANO ALASTAR

Terbangun di ranjang yang sama membuat Wisnu dan Wina terjebak di sebuah hubungan rumit. Hubungan yang membuat mereka saling terikat tanpa bisa terlepas meskipun Wina ingin. Wina perempuan yang begitu keras memaknai hidup harus terjebak dengan Wisnu, atasannya yang begitu suka menabur harapan dengan para perempuan. "Bapak nggak usah kesini lagi." "Tapi dia juga butuh saya, Wina. Jangan jadi perempuan egois." Ucap Wisnu dengan tatapan tertuju ke arah perut Wina yang sudah membesar. Wina yang terbiasa mandiri dalam hidup harus terus berada di jangkauan Wisnu untuk keselamatan calon buah hatinya. Belum sampai di sana saja, Wina harus di cap sebagai perempuan murahan karena hamil di luar nikah. "Jangan nangis Wina." Wisnu mengusap pipi Wina yang sudah berubah mengembang. "Tindakan kita yang salah tapi dia nggak salah." Sejak detik itu juga Wina sadar bahwa anaknya tidak bersalah disini, dan sebagai Ibu, Wina ingin melindungi calon buah hatinya. Sedangkan Wisnu menemukan rumah yang seutuhnya. Rumah yang menyambut dirinya dengan senang hati, rumah yang selalu menjadi pendukungnya seberapa buruknya ia di luar sana. **** Prolognya sedikit saja, lanjut besok. Ini kisah Wisnu dan Wina dari cerita Love is not Perfect

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido