Dasar Adek! (ON GOING)

Dasar Adek! (ON GOING)

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2020
Dia itu manis, pipinya merah, kulitnya putih, matanya indah, kecerdasannya di atas rata-rata. Semua kagum kepadanya, dia ramah, dan juga terkadang melawan demi kebenaran. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan adikku yang manis, yang selalu membuatku mengerti apa artinya kehidupan, dan membuatku mengerti apa yang dimaksud dengan kasih sayang. Namun sayangnya, semua momen itu telah menjadi kenangan yang begitu indah, kenangan yang begitu berharga. Mungkin hanya datang sekali seumur hidupku, tidak bisa diulang bahkan didapatkan kembali. Rindu? Tentu saja aku sangat rindu! Rindu dengan sosok manisnya yang selalu membangunkan diriku di pagi hari, rindu disaat dia mengerjaiku,rindu disaat kami tengah bertengkar tentang hal yang sepeleh. Aku sangat merindukan itu. Lebih dari apapun. Sejak kepergiannya, semua merasa kesepian, terutama sahabatnya, Lifia. Memang, semua terasa hambar saat dia pergi untuk selama-lamanya. Namun, apa daya? Kami harus menerima kenyataan yang pahit begitu mendalam.Walaupun rasanya hati ini tidak terima. Aku hanya ingin mengucapkan, terima kasih Nala, karena telah menjadi bagian dari hidupku, dan menjadi kenangan yang begitu berharga bagiku. I love you, Nala:)
All Rights Reserved
#113
beststory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • No Longer Mate
  • Cerita Tentang Kita
  • The First, Not the Last
  • Eliinaa
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Jejak Waktu [Complete]
  • SalFlo
  • Remember?
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Because I'm Stupid (End)

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines