Dia itu manis, pipinya merah, kulitnya putih, matanya indah, kecerdasannya di atas rata-rata. Semua kagum kepadanya,
dia ramah, dan juga terkadang melawan demi kebenaran.
Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan adikku yang manis, yang selalu membuatku mengerti apa artinya kehidupan, dan membuatku mengerti apa yang dimaksud dengan kasih sayang.
Namun sayangnya, semua momen itu telah menjadi kenangan yang begitu indah, kenangan yang begitu berharga.
Mungkin hanya datang sekali seumur hidupku, tidak bisa diulang bahkan didapatkan kembali.
Rindu? Tentu saja aku sangat rindu!
Rindu dengan sosok manisnya yang selalu membangunkan diriku di pagi hari, rindu disaat dia mengerjaiku,rindu disaat kami tengah bertengkar tentang hal yang sepeleh. Aku sangat merindukan itu. Lebih dari apapun.
Sejak kepergiannya, semua merasa kesepian, terutama sahabatnya, Lifia.
Memang, semua terasa hambar saat dia pergi untuk selama-lamanya. Namun, apa daya? Kami harus menerima kenyataan yang pahit begitu mendalam.Walaupun rasanya hati ini tidak terima.
Aku hanya ingin mengucapkan,
terima kasih Nala, karena telah menjadi bagian dari hidupku, dan menjadi kenangan yang begitu berharga bagiku.
I love you, Nala:)
Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi.
Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu.
Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku.
Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani.
Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa?
Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara.
Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu.
Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani.
Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan.
Seperti menerima keadaanku sendiri .
Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir.
.
.
.
.
.
.
Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis.
Selamat membaca guys...