Segumpal Darah

Segumpal Darah

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Hati perempuan banyak dikiaskan dengan berbagai kata-kata dan perumpamaan yang mencerminkan bagaimana hati itu menurut sang pujangganya. Hati yang disebut "segumpal darah" dalam surat cinta Sang Pencipta adalah amanah yang sangat besar bagi tiap pemiliknya. Aku tak pernah menyesal akan takdirku, akan cintaku dan kisahnya, namun aku sangat menyesal akan diriku yang tak mampu menjaganya, hingga diriku sangat rapuh dalam penyesalan yang terus membelenggu. Hina dan kotornya diriku di masa lalu, bagai cambuk keras saat orang-orang berkata aku bagai bidadari dengan kelebihan yang kumiliki. Seperti kata pepatah Arab " Perempuan tanpa kelebihan bagaikan bunga tanpa keharuman". Tapi bunga tanpa keharuman lebih baik dari pada perempuan yang tak mampu menjaga hati dan diri, akan nafsunya terhadap dunia. Akankah masih ada harapan untukku kembali? Apakah bunga yang hampir layu akan kembali segar setelah menikmati sentuhan dari kumbang dunia? Ketika nafsu selalu memburu kedudukan di segumpal darah dalam diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meneroka Jiwa 2
  • BROKEN HEART [END]
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Tubby, I Love You! (Selesai)
  • MANUSIA DAN PATAH HATI
  • MY LAST DECEMBER

Ketika lara akhirnya mempertemukan pada cinta yang dinanti. Kala akhirnya terkuak sang tabir misteri. Apakah hidup akan memberikan kebahagiaan yang hakiki atau hanya kembali menorehkan luka di hati? Kisah ini masih tentang Wangi, anak dari penderita skizofrenia yang mulai mencintai diri sendiri. Perempuan lugu dari kaki gunung Merbabu yang akhirnya menambatkan hati pada sosok lelaki yang dikagumi. Hidup yang semula hanya berisi caci pun perlahan mulai berwarna-warni. Namun, hidup tetaplah penuh misteri. Misteri yang meski mendewasakan diri, tetapi juga tak jemu menghadirkan kejutan yang mempermainkan emosi. Apakah salah satu jawaban dari misteri akan membuat lelaki yang dicintai tetap selalu di sisi atau justru terpaksa meninggalkannya sendiri? Akankah cinta membawa Wangi menemukan makna kehadirannya di dunia ini atau lagi-lagi hanya menunjukkan bahwa dirinya tak berarti? *** Dilarang keras mengambil sebagian dan/atau seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Manusia yang bermartabat tak akan sudi melakukan plagiat. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata, tetapi untuk detail nama tokoh, profesi, institusi, tempat kejadian, atau peristiwa, semua adalah murni imajinasi penulis. Dengan demikian, apabila ada kesamaan, maka itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines