Segumpal Darah

Segumpal Darah

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
Hati perempuan banyak dikiaskan dengan berbagai kata-kata dan perumpamaan yang mencerminkan bagaimana hati itu menurut sang pujangganya. Hati yang disebut "segumpal darah" dalam surat cinta Sang Pencipta adalah amanah yang sangat besar bagi tiap pemiliknya. Aku tak pernah menyesal akan takdirku, akan cintaku dan kisahnya, namun aku sangat menyesal akan diriku yang tak mampu menjaganya, hingga diriku sangat rapuh dalam penyesalan yang terus membelenggu. Hina dan kotornya diriku di masa lalu, bagai cambuk keras saat orang-orang berkata aku bagai bidadari dengan kelebihan yang kumiliki. Seperti kata pepatah Arab " Perempuan tanpa kelebihan bagaikan bunga tanpa keharuman". Tapi bunga tanpa keharuman lebih baik dari pada perempuan yang tak mampu menjaga hati dan diri, akan nafsunya terhadap dunia. Akankah masih ada harapan untukku kembali? Apakah bunga yang hampir layu akan kembali segar setelah menikmati sentuhan dari kumbang dunia? Ketika nafsu selalu memburu kedudukan di segumpal darah dalam diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY LAST DECEMBER
  • SIYAHAT AL-'ASHIQ [TAHAP REVISI]
  • HAMPA ✔
  • Tubby, I Love You! (Selesai)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Di Persimpangan Hati
  • Yang Pernah Patah
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Tanya Hati

Dalam kesunyian yang menderanya hari ini seorang pemuda yang bercerita tentang kisah masa lalu nya yang sangat membuatnya teringat tentang hari dimana ia menemukan suatu pembelajaran hidup yang sangat berharga di dalam kehidupanya, yang tak mungkin ia dapatkan dari manapun, bukan dari tempat pembelajaran formal semacam sekolah, melainkan pembalajaran hidup dari seseorang yang telah membuat hidupnya kini lebih berarti, ya pemuda itu bernama Defyan. Disaat ia sudah melawan apa yang menjadi kekuranganya, ada satu hal yang membuat ia lupa, yakni berhenti, berhenti untuk melawan hawa nafsunya, yang membuat ia kehilangan harta satu satunya, saat itu yang paling berharga dalam kehidupan defyan, yakni tia. Prustasi, stress, kecewa, sedih, semua perasaan buruk itu kini hinggap di dalam pikiran defyan, hidup ini berubah total 180 derajat, dunia yang dulu dilihatnya bersama Tia kini sudah tak lagi sama, ada satu hal di dalam dirinya yang kurang, kosong dan hampa entah kenapa dengan menghilangnya tia begitu berdampak pada kondisi dirinya. Satu satunya jalan saat itu yakni "bunuh diri" untuk menghilangkan kegundahan hatinya, dengan itu apakah semuanya akan selesai ? dan namanya akan berubah menjadi sebuah cerita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines