Bens Wulan 2020

Bens Wulan 2020

  • WpView
    Reads 69,516
  • WpVote
    Votes 6,674
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 22, 2025
Rated : 16+ Cerita ini mengandung kekerasan, umpatan kasar, tindakan tidak senonoh yang tidak patut ditiru, dan hal-hal negatif lainnya yang dapat merusak pembaca . Harap bijak memilih bacaan! *** Sebelum berucap, Bens melirik Wulan yang masih belum bersuara. Walau sebenarnya Wulan bingung mengapa Bens menariknya ke tempat ini. "Selamat pagi, siswa-siswi SMA Gemilang. Hari ini gue cuma mau bilang," ujarnya santai dan sedikit membuat Wulan terkejut. "Wulandary Adhyastha. Siswi kelas XI IPA 1 adalah pacar gue. Siapapun yang ganggu dia, akan berhadapan sama gue. Luka dibayar luka, darah dibayar darah, nyawa dibayar nyawa! Sekian, terimakasih!" Sekarang dua remaja itu saling bertatapan. Memandang dengan tatapan yang berbeda-beda. Dapat Wulan rasakan sesuatu yang hangat mulai mengalir ke setiap ruas tubuhnya. Sementara Bens memberikan Wulan tatapan dingin dan menusuk. Berharap cewek bermasalah di sampingnya itu lenyap detik ini juga. Cover : pinterest September 2020
All Rights Reserved
#380
wulan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • LOVE IN THE HIGH SCHOOL (COMPLETED)
  • Takdirku [END]
  • Aksara [VERSI PDF FULL]
  • MELLIFLUOUS [ COMPLETE ]
  • April Love Story [Completed]
  • Terima Kasih, Senja!
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • ARGA [TAMAT]

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines