Shiroi Kami

Shiroi Kami

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing55m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 17, 2020
Irene Davis, seorang wanita berumur 24 tahun yang baru saja mendapatkan pekerjaannya sebagai seorang guru honorer di SMA Pelita Bangsa. Di sekolah ini, ia bertemu dengan seorang pria yang merupakan mantan kekasihnya ketika kuliah. Di sisi lain, ia juga harus bertemu dengan murid menyebalkan dengan sikapnya yang penuh kepalsuan. Note: Cerita ini hanya dibuat berdasarkan khayalan penulis. Jadi kalau ada hal yang tidak logis atau kurang berkenan mohon permaklumannya (^3^)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gema Masa Lalu (Echo From the Past)
  • Akhir Yang Terlewat [C]
  • Falling For The Wrong Past
  • Menemukan Yang Hilang
  • Dua Helai Daun
  • Anamoni
  • Mr. Lawyer & Miss Cemerkap
  • Nyanyian Sunyi Sang Sundayana

Ketika pindah ke sebuah rumah, Johan sering bermimpi tentang seorang wanita cantik di masa lalu, mengenakan baju Cina model kuno. Sampai beberapa kali Johan bermimpi mengenai perempuan yang sama dengan berbagai peristiwa yang dialami oleh perempuan itu dan herannya Johan dapat merasakan berbagai kepedihan, kesakitan, kebahagiaan bahkan kesepian yang dialami oleh perempuan itu. Sejak itu Johan merasakan bahwa dirinya berada di dalam kemelut cinta yang sepertinya hendak mengulang cinta segi tiga antara perempuan Cina itu dengan dua orang lelaki yang mencintainya. Johan merasakan dirinya sebagai inkarnasi dari Feng Hua dan dua orang lelaki yang mencintainya adalah titisan dari kekasihnya di masa lalu. Apakah nasib Johan seperti perempuan dalam mimpinya? Apakah Johan dapat menemukan kebahagiaan dalam cinta? Anda suka cerita yang anda baca? Silahkan klik vote. Tidak suka ya jangan vote dan jangan baca lagi...hehehehehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines