Hidden.
  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 30, 2021
_____ "Karena, tidak ada orang yang bisa mengerti perasaanku sebaik dirimu" _____ Blurb: "Tidak cukupkah meninggalkanku terpuruk sendirian saat itu? Lalu untuk apa kau sekarang datang kembali setelah 3 tahun lamanya?" Nada suara Caroline mulai melirih. Setitik air mata yang sedaritadi ia tahan akhirnya jatuh. "Carolline, maafkan aku, aku--" belum sempat Max menyelesaikan kalimatnya, Carolline memotongnya lagi. "Cukup Max! Seharusnya dari awal kita memang tidak perlu bertemu lagi. Kau bahkan sudah membohongiku selama ini. Aku sudah lelah Max." Ucap Carolline dengan tatapan lelahnya. Carolline mengambil nafas dalam untuk memantapkan hatinya. "Kau tau Max? Aku sangat membencimu," lirih Carolline yang sudah pasrah, dan jatuh dalam pelukan Max. Entah apa yang dipikirkan Carolline, tapi jauh didalam dirinya, ia merasa pelukan ini tepat. "Aku tahu Lily.. Biarkan aku memperbaiki semua ini.. Kumohon.." bisik Max di telinga Lily, nadanya penuh permohonan. Carolline tidak mengucapkan apapun, hanya memejamkan matanya dan menghirup aroma khas Max dalam-dalam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • How to be Your Friend
  • 365 Day's to Fall in Love
  • Friendship In Love
  • Friendzone
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Maafkan Aku
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Arsyilazka
  • ON SIGHT (Completed)

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines