Disaster

Disaster

  • WpView
    Reads 978
  • WpVote
    Votes 465
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
WpInfo
Non-Fiction
" Kadal, sialan sinting nggak punya otak!. " - Echa- " Dosa lo nggak terampuni loh ngatain suami sendiri," - Bara- " Amit- amit punya suami kayak situ! " Kisah clasik dua makhluk hidup yang jarang akur sekali akur cuma hitungan berapa detik. Di samping mereka sering bertengkar, mereka merupakan pasangan konyol yang saling gengsi mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain. ... Sampai bertemu di chapter berikutnya, hukumnya wajib loh yah tinggalkan jejak kalian(vote dan komen) sama belum beranjak ke chapter selanjutnya. Ranking🏅 # 8 on Kakak tiri (9 Maret 2020) #42 on Bara (9 Maret 2020) # 40 on gesrek ( 3 April 2020) # 12 on Echa (14 Maret 2020 ) Cover by @Hun Yoel
All Rights Reserved
#897
gesrek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • Rasa Tanpa Suara
  • Cinta Yang Terbagi (END) BELUM REVISI
  • DEAR MR.COLD
  • PREGNANT [End]☑️
  • ARKA (My Cool Husband)
  • LASKAR [Completed]✔️
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Mr. Lecturer [END]
  • Beautiful Mistake

Marriage Life (18+) Nggak ada adegan "berbahaya", hanya saja ceritanya tentang kehidupan pernikahan. Kalian yang belum cukup umur mungkin akan pusing dan kurang paham. Itu saja. --------------------------------------------------- Ini kisah tentang Nara dan Fikar. Juga Lila. Cinta segitiga?! Emm... Baca sendiri aja ya :) *** "Saya baru 19 taun, Pak." "Saya juga baru 27 tahun." "Tapi saya masih muda banget." "Jadi maksud Mbak Nara saya sudah tua banget?" "Eh, y-ya nggak gitu juga sih, Pak." "Jangan panggil saya 'Pak', mungkin itu yang membuat saya terkesan tua di hadapan Mbak Nara." "Tapi Bapak kan dosen di kampus saya, masa iya saya panggil Mas?" "Apa salahnya?" "Emm, mungkin nanti saja, setelah kita menikah." "Alhamdulillah. Berarti Mbak Nara setuju menikah dengan saya ya." "Eh, lho kok?!...." *** Bagaimana jika kamu bertemu seorang gadis cilik berumur tiga tahun yang kemudian memelukmu dan memanggilmu "Mama"? Bagaimana pula jika kemudian papanya keluar lalu memintamu menjadi ibu untuk anaknya? Menikah? Dengan duda? Langsung jadi mama? Ah, cukup Nara saja yang mengalami kejadian seperti ini. Kalian jangan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines