GAME OVER : doesn't end

GAME OVER : doesn't end

  • WpView
    Reads 760
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 19, 2021
Langga, seorang remaja yang selalu menutupi mata kirinya akibat sebuah kesalahan kecil yang harus ia tanggung sampai detik ini. Bayangan gelap selalu menghantui Langga, kehidupannya sudah seperti boneka. Apapun yang dikatakan oleh kakeknya harus segera ia turuti. Dalam sebuah permainan terdapat beberapa peran, hadirnya Sena semakin membuat permainan yang telah di mulai oleh Langga semakin sempurna. Saat permainannya menuju kemenangan, ada sebuah kebenaran yang membuat Langga berhenti melangkah sejenak. Haruskah ia melanjutkan langkahnya menuju pengkhianatan atau menyerah begitu saja bersamaan dengan rasa keputusasaan. [][][][][][][] "Soal tadi, gue minta maaf. Lo gak bakal jadi bahan taruhan, percaya sama gue." "Kenapa?" Sena sangat bingung pada cowok itu. Seakan-akan Langga sudah mengenalnya sejak lama. "Karna lo milik gue."
All Rights Reserved
#49
kenyataan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • GEMA (On GOING)
  • Undercover
  • Sejenak Luka
  • Let me love you nerdy girl
  • Diary Cinta ELVAZA
  • ALASKALETTA
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Let Me Love You Longer
  • About SAMANTHA

"AKU NGGA SALAH! BUNDA SAMA KAKAK YANG SALAH! " Gadis itu berteriak histeris didepan seluruh anggota keluarganya. Dia merasa hancur sehancur-hancurnya. Hatinya bagai disayat ribuan benda tajam. "Kenapa kalian bertingkah seolah-olah aku yang sepenuhnya salah disini?! " Tak peduli dia telah bersimpuh didepan umum sekarang, yang jelas dirinya merasa dikhianati. "Tapi kamu tetap yang salah besar disini, diwaktu saat itu dengan pakaian seperti itu. " Netra gadis itu memerah padam, dia tidak terima dengan perkataan kakaknya. "Kalau ngga tau apa-apa ngga usah sok ngatain orang ... " Dia tidak salah, tetapi diperlakukan seolah yang paling bersalah. Dia tidak jahat, tapi dibuat terlihat yang paling dusta. Dia tidak kotor ... Tetapi telah dikotori oleh orang terkasihnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines