Harta, Cinta, dan Kasta

Harta, Cinta, dan Kasta

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 20, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Bhanu tidak pernah bermimpi akan mempunyai keluarga se-sempurna ini, karena ia hanyalah seorang anak yang tidak pernah diinginkan oleh kedua orangtuanya, ia di buang tanpa tau bagaimana rupa orangtuanya, keluarganya. Tapi suatu kejadian membuat semuanya berubah. Bhanu memiliki keluarga, mendapatkan limpahan kasih sayang, ia merasa diinginkan, tidak lagi merasa terbuang. Semuanya sempurna, sampai pada suatu saat Bhanu mengatakan sesuatu yang fatal, semuanya berubah. Bhanu kehilangan keluarganya, juga-cintanya. Bhanu baru sadar bahwa batu kali tidak akan pernah bisa berubah menjadi berlian walaupun disimpan dalam wadah yang sama. "Katanya kita harus menggapai cita-cita setinggi mungkin, dan mengejarnya sejauh mungkin. Tapi-sepertinya kamu terlalu tinggi dan terlalu jauh untuk aku gapai." - Bhanu Purnama Sanjaya "Lo lagi ikutan lomba cipta puisi ya, Nu?" -Arunika Putri Sanjaya
Todos los derechos reservados
#11
sistercomplex
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Awan Abu-Abu [END]
  • LAKSADEKA
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Five wishes! [SM Family]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • ALENA SHANKARA AZELA

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido