TARAKA 2

TARAKA 2

  • WpView
    Reads 139,698
  • WpVote
    Votes 11,364
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 30, 2023
Sejak pertemuannya dengan Tara-setelah pergi dan tak mendapati kabar-beberapa tahun lalu, Raka bisa berteman baik dengan mantan pertamanya. Bahkan, Raka sangat antusias tinggal di kota yang sama untuk memulai karir bersama Tara. Direpoti oleh tetangganya sudah menjadi makanan sehari-hari selama beberapa tahun ke belakang bagi Tara. Dan tiba-tiba saja, hari itu ia mendapat 'hadiah luar biasa' karena ulah Raka. "Gila! Lo apain anak gadis orang, Ka? Mau bikin gue mati muda?!" teriak Tara saat masuk ke unit apartemen tetangganya. Raka mengangkat kepalanya dari atas meja, kemudian meringis melihat air wajah Tara yang sudah tak enak dilihat. "Demi Tuhan, Tar, gue masih ting-ting banget ini!" "Terus kenapa dia datengin gue dan bilang gara-gara gue, elo gak mau nikahin dia!" Belum lagi, kedekatannya dengan seorang dokter muda bernama Vian harus terhambat gara-gara masalah ini. Menyebalkan! *** #6 in chicklit #2 in indonesiamembaca #5 in Tara #2 in Tara #1 in Tara #3 in romcom #1 in designer credit cover : Pinterest edit by : donatlumer
All Rights Reserved
#355
designer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • Dokter Are you Crazy? (Proses Revisi)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • 🌷DIA LAGI🌷
  • Friendlove
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Crazy Marriage
  • Say Bye
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Setelah Dua Windu ✓

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines