Azahra Damariva

Azahra Damariva

  • WpView
    Membaca 58
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Sep 9, 2020
Assalamualaikum teman" dan para pembaca. Sesuai dengan judul bukunya "Azahra Damariva" ia adalah seorang gadis SMA yang tidak suka kata maju kedepan untuk mempresentasikan sesuatu dengan kata" pribadi yang mudah di pahami atau dimengerti teman"nya. Dan hal itu pun membuatnya tidak suka untuk kerja kelompok dengan temannya dan menjelaskan apa yang Zahra dan teman"nya diskusikan. Bagaimanakah kelanjutan ceritanya!apakah Zahra Damariva dapat membuang rasa takut atau tidak sukanya dengan kata "kedepan dan jelaskanlah"? Simak ceritanya di"Zahra Damariva" Wassalamu'alaikum.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dalam Diam(End)
  • Perfect Love
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • Butterfly
  • Nilasagara'h
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • When Two Hearts Collide
  • reminisce before I go

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan