Saku Bintangku

Saku Bintangku

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2020
Philopobia; Ketakutan untuk mencintai dan dicintai. Disaat gadis lain tersipu malu dengan wajah memerah apabila Elios menggodanya, Luna Ava malah ketakutan disertai keringat dingin bila menyangkut soal perasaan. Sejak awal, Elios tahu gadis itu berbeda dan sejak awal juga Elios tahu, bahwa gadis itu telah mengisi ruang dalam hatinya.
All Rights Reserved
#17
sebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Masa SMA [Completed]
  • Satu Langkah
  • ABIRAH [Completed]
  • Serpihan Kaca [COMPLETED]
  • Ilusi
  • Friendzone | END |
  • Aderaga [ON GOING]
  • LOVE OF THE PAST
  • RAISEN

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines