Sabar Hati!

Sabar Hati!

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Aku, si gadis kaku nan bodoh yang selalu menerima kedatanganmu dengan tulus untuk ke sekian kalinya. Pada akhirnya kau kembali pergi saat kekosonganmu sudah berakhir. Kau hanya datang menggoreskan luka. Aku diam. Aku tetap mencintaimu tanpa melihat rasa sakit yg kau ciptakan. Aku selalu menunggu kedatanganmu. Walaupun kadang kau tak ingat bahwa aku ini ada. Aku tak pernah mengeluh padamu, karena aku mengerti bahwa mungkin kau punya kesibukan lain. Jika sekali saja Tuhan membuatmu merasakan apa yang aku rasa, apakah kamu akan sanggup? Rasanya sakit. Kau mungkin akan langsung mengeluh saat merasakannya. Kau datang membawa banyak harapan tapi meninggalkan banyak goresan luka. Jika memang cintamu tak hanya untukku, cobalah untuk mengerti. Pergilh jika ingin pergi, tapi jangan pergi saat kau masih menyisahkan tanya yang belum terjawab. Jangan membuatku tertahan dengan rasa yang tidak pasti ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • You Are Mine [Terbit]
  • Some Kind of Love [DISCONTINUED]
  • True Love?
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Diary Zofanya
  • Sinful (Tamat)
  • Ilusi

Perihal hari itu, anggap waktu hanya bercanda. Waktu akan berjalan seenaknya tanpa dia tahu setiap seret yang dia tinggalkan selalu menggoreskan luka yang tidak semudah itu untuk disembuhkan. Ditengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, Jeremy merasakan kekosongan dalam dirinya yang tak bisa terucap. Kehidupannya yang biasa biasa saja tiba tiba dihadapkan pada kehilangan yang menghancurkan. Dalam usahanya untuk menyembunyikan rasa sakit, Jeremy menemukan dirinya terjebak dalam labirin emosi yang gelap. Namun ketika cahaya harapan muncul dari sudut yang tak terduga, Jeremy harus memutuskan antara terus meratapi masa lalunya atau memberanikan diri membangun kembali kehidupannya yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines