Story cover for Rectangle [Slow Update] by __seara27
Rectangle [Slow Update]
  • WpView
    Reads 603
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 603
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 26
Ongoing, First published Feb 19, 2020
Empat persegi panjang? Ya, kisah persahabatan mereka sejak kecil harus kandas di karenakan takdir tak memihak kepada mereka. Mereka terpisah karena harus mengikuti orang tua mereka masing masing. Mereka sama sama saling menyayangi dan menjaga satu sama lain, sebelum takdir memisahkan mereka. Mereka sama sama menjalani hidup masing masing setelahnya. Rindu yang harus mereka pendam sendiri. Tak ada komunikasi di antara mereka.

Saat mereka beranjak dewasa, takdir kembali mempersatukan mereka, namun dengan cara yang tak mereka inginkan. Mereka memang berdekatan, tapi tak ada lagi kehangatan dan canda tawa di situ. Rasa sakit dan kecewa itulah yang mendominasi.

Takdir sungguh kejam bukan? Ketika semua sudah kembali, tapi suasana tak bisa mendukung mereka seperti dulu lagi. Kisah yang mereka jalani begitu berat ketika mereka berpisah. Hanya dua orang yang tersisa dan mengingat semuanya.

Janji yang mereka buat? Sudah tak ada artinya lagi. Semua terjadi begitu cepat dan singkat. 

Ketika mereka sudah saling mengingat, kali ini cinta yang menghancurkan semuanya. Saling ingin memiliki membuat mereka lupa. Lalu untuk apa janji yang mereka bangun dulu? Sudah tak ada artinya.

Memang benar, cinta membutakan segalanya. Persahabatan hancur hanya karena masalah percintaan.

_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Bagaimana kisah selanjutnya tentang persahabatan mereka? Akankah mereka menepati janjinya untuk tidak saling melupakan dan jatuh cinta satu sama lain?.

Yang penasaran silahkan mampir. Jangan lupa tinggalkan jejak!!
All Rights Reserved
Sign up to add Rectangle [Slow Update] to your library and receive updates
or
#491arin
Content Guidelines
You may also like
Jovanka dan Abang Kembar by LeenooYed
63 parts Ongoing
Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?
You may also like
Slide 1 of 8
Jovanka dan Abang Kembar cover
We are Us | NCT Dream 00L [Re-Pub]✔ cover
F A T E |NA Jaemin| cover
RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati cover
Empty | 00L NCT Dream cover
Before You Go [END] cover
Not Your Fault [SELESAI] cover
𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉  cover

Jovanka dan Abang Kembar

63 parts Ongoing

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?